Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Ilustrasi buka puasa - Google
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga asupan cairan tubuh. Sebab, kondisi tubuh yang sedang berpuasa rawan untuk terjadinya dehidrasi.
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyebut dehidrasi menjadi satu dari berbagai penyakit lainnya yang bisa terjadi saat tubuh berpuasa. Potensi penyakit lainnya adalah Ispa dan penyakit-penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kolesterol. Emma mengatakan penting bagi masyarakat untuk memperhatikan asupan cairan tubuh. Idealnya, dalam satu hari setidaknya bisa mengonsumsi 8 gelar air putih.
BACA JUGA : Tetap Bugar Saat Berpuasa, Ini Tips dan Makanan yang Direkomendasikan
“Delapan gelas itu bisa diatur karena kan jam makannya berubah. Harapannya bisa diatur sehingga kecukupan cairan bisa terpenuhi,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.
Di sisi lain, dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Baik saat sahur ataupun buka puasa. Dia menyebut, kerap kali masyarakat tak memperhatikan pola makan sekaligus asupan makanan. Pada saat buka puasa juga biasanya diawali dengan mengonsumsi minuman manis dan gorengan.
Kondisi ini tak dianjurkan lantaran bisa membuat lonjakan gula darah dalam tubuh. Belum lagi, kini berbagai penyakit tak menular seperti diabetes mellitus mulai banyak diderita oleh anak-anak muda.
“Dulu mungkin tidak ada umur 30 tahun cuci darah, sekarang umur 20 saja ada karena pola hidupnya. Apalagi banyaknya makanan-makanan yang tersedia, makanan cepat saji, tinggi gula, garam ini potensi menyebabkan penyakit tidak menular semakin banyak,” ungkapnya.
BACA JUGA : Hindari Makanan Ini saat Buka Puasa agar Kesehatan Tetap Terjaga
Tak hanya saat puasa, Emma mengimbau masyarakat untuk mengontrol pola makan saat hari raya. Biasanya, pada momentum hari raya akan banyak disajikan makanan yang tinggi kandungan santan yang berlemak dan makanan ringan tinggi gula. Dia menyarankan masyarakat untuk bisa menyajikan makanan yang lebih sehat.
“Sudah jadi adat kebiasaan kalau hari raya buat opor, Santen-santenan, lemak. Bisa disiasati misalnya masak opor tidak usah pakai santan. Harus bisa membatasi. Sebetulnya itu euforia saat selesai puasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.