Lulus dengan IPK 3,96, Dhea Ingin Kerja dan Kuliah S2 di Jepang
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Fenomena hujan es yang diabadikan dari kampus UGM. ist- UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Fenomena hujan es melanda sejumlah wilayah Sleman tak terkecuali di Universitas Gadjah Mada (UGM). Di UGM hujan es seukuran koin berjatuhan ke berbagai bangunan dan jalanan kampus.
Koordinator Bidang Protokol UGM, Haryanto mengungkapkan hujan es di kampus ia ketahui sekitar pukul 15.15 WIB.
"Ini tadi pukul 15.15 WIB, teman-teman ada yang keluar di halaman kantor pusat ini kemudian mengetahui kalau ada hujan es," cerita Haryanto, Selasa (11/3/2025) sore.
Karena suara keras akibat es yang berjatuhan di luar gedung, rekan-rekan Haryanto yang lain pun ikut keluar gedung untuk mengetahui apa yang terjadi.
"[Bunyi] pletak pletok sehingga teman-teman yang ada di dalam ruangan keluar semua dan benar benar memang di lingkungan kantor pusat UGM ini terjadi hujan es," ujarnya.
Fenomena hujan es di kampus juga disaksikan mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Nalya Naomi Tarigan. Kala itu Nayla yang tengah mengabdikan suasana hujan di kampus menyadari ada sejumlah pantulan pada videonya. Setelah diamati lebih teliti, pantulan-pantulan tadi muncul dari bongkahan es yang terekam dalam video.
"Jadi tadi tuh aku ngevideoin suasana hujan di UGM. Tapi pas dilihat di videonya itu ada yang mantul-mantul dan ternyata ketika dicek lagi itu ternyata bongkahan es batu," ungkapnya.
Menurut kesaksian Nayla, es yang turun ukurannya sebesar koin uang atau seukuran peluru karet. Fenomena hujan es ini baru pertama ia alami selama di UGM.
"Es batunya lumayan gede, segede koin-koin uang yang kecil-kecil kaya mainan peluru karet gitu kecil. Iya baru pertama kalu lihat di UGM," katanya.
Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut adanya belokan angin di wilayah Jawa dan terbentuknya awan cumulonimbus setinggi 15 kIlometer menjadi penyebab turunnya hujan es.
Hujan es disertai angin kencang terpantau terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, di sekitar Kemantren Jetis, Kota Jogja; Gondokusuman, Kota Jogja; Kapanewon Depok, Sleman; Ngaglik, Sleman dan sekitarnya. Butiran es yang turun cukup besar, sekitar seukuran kelereng.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan hujan es yang terjadi dipicu adanya pola sirkulasi siklonik di sebelah barat Kalimantan yang memicu belokan angin di sebagian besar wilayah Jawa termasuk DIY. “Berpotensi meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di DIY,” katanya dalam konferensi pers via Zoom Meeting, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Kapolri Suyudi Ario Seto melantik dan memimpin sertijab 27 perwira tinggi Polri untuk jabatan utama Mabes Polri dan Kapolda.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyiapkan aturan keselamatan transportasi, termasuk asesmen direksi dan komisaris operator transportasi publik.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Sebanyak 25 daerah di Jatim mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan. Khofifah menyiapkan OMC, pipanisasi dan sumur bor.