Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra memimpin latihan PSS./Istimewa-PSS
Harianjogja.com, SLEMAN—Usai berhasil menang atas Persita, PSS Sleman kembali menelan kekalahan usai kalah atas Persis Solo 1-4. Kekalahan ini seakan menjadi alarm bagi Super Elja yang posisinya belum aman dan masih berada di zona degradasi.
Laga PSS kontra Persis dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Liga 1-2024/2025 digelar di Stadion Jatidiri Semarang pada Selasa (11/3/2025) malam.
Menurut Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, pertandingan kali ini memiliki dua sisi. Di salah satu sisi, Super Elja tampil memukau dengan mengontrol jalannya bola bahkan berhasil unggul skor 1-0 di babak pertama.
BACA JUGA: Gagal Pertahankan Tren Kemenangan, PSS Sleman Tumbang Ditangan Persis Solo
"Pertandingan ini punya dua sisi yang berbeda. Pertama, kami mulai dengan baik. Kami mengontrol bola, menciptakan kesempatan yang baik, kami mencetak gol," kata Huistra usai pertandingan pada Selasa (11/3/2025) malam.
Celakanya, di sisi yang berlainan, PSS lanjut Huistra seakan menyerahkan gol kepada lawan begitu saja pada terjadinya gol pertama Persis. Bahkan dalam terjadinya gol kedua untuk lawan, prosesnya dianggap Huistra terlalu mudah.
"Kemudian kami menyerahkan gol pertama [untuk Persis], dengan free kick, tidak perlu menurut saya dan gol kedua, juga terlalu mudah menurut saya," tandasnya.
Dalam posisi tertinggal, Super Elja mau tak mau mengambil risiko dengan bermain terbuka untuk menyamakan skor. Sayangnya ruang terbuka yang diciptakan PSS ini justru dimanfaatkan balik Persis Solo untuk menambah pundi-pundi gol.
"Tentu kami harus mengambil sedikit risiko, kami membuka lebih banyak [ruang] dan kami mencoba untuk menjadikan imbang 2-2," ujarnya.
Lini depan Persis yang salah satunya ditenagai Moussa Sidibe tanpa ampun menghukum PSS dengan dua golnya di akhir laga. Satu gol lewat bola chip di menit ke-80 dan satu gol plesing di menit 90+6 disarangkan Sidibe ke gawang PSS.
"Tapi kami memberikan ruang terhadap Solo itu sangat berbahaya, karena mereka memiliki pemain yang bagus di depan, terutama Sidibe, dia mencetak dua gol yang bagus," imbuhnya.
Bagi Huistra, baik permainan maupun hasil dari laga ini sangat mengecewakan. Saat timnya harus memetik poin penting agar keluar dari zona degradasi, PSS justru kalah 1-4 dari tim tamu.
"Jadi, secara keseluruhan, setelah permainan, sangat mengecewakan hasilnya. Ini adalah permainan, di mana kami harus mengambil sesuatu," kata Huistra.
Bahkan kekalahan ini disebut-sebut Huistra sebagai alarm peringatan bagi PSS. "Ini adalah alert dan ini adalah alarm fase pertama saat ini, jadi hasilnya mengecewakan," tegasnya.
Gelandang Bertahan PSS Sleman, Wahyudi Hamisi mengungkapkan jika kekalahan atas Persis bukan lah hasil yang dia inginkan. Senada dengan sang pelatih, Hamisi ingin timnya harusnya mampu meraih poin dalam laga ini.
"Ya ini, hasil yang paling tidak kami inginkan ya, kemungkinan kami pikir, kami juga bisa meraih poin di sini. Seperti yang Coach Peter bilang, kita di 30 menit awalnya kami lumayan bagus, tapi kami memberikan goal yang mudah untuk mereka," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.