Kepyakan Gotong Royong Digalakkan, Tradisi Sambatan Rewang Dipelihara
Kepyakan gotong royong terus digalakkan di Gunungkidul. Tradisi sambatan, rewang, nyumbang hingga layatan tetap dijaga sebagai budaya warga.
Kondisi Rest Area JJLS di Kalurahan Nglindur, Girisubo. Selasa (11/4/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul menilai kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) masih gelap. Hal ini terlihat dari jumlah lampu penerangan jalan umum yang masih dari kebutuhan ideal.
Sekretaris Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan, sudah melakukan survei berkaitan dengan lampu penerangan jalan di JJLS. Dilihat dari panjang ruas jalan yang mencapai hampir 80 kilometer, maka dibutuhkan sedikitnya 4.000 lampu penerangan.
“Ini baru untuk satu sisi. Kalau dua sisi, maka kebutuhannya bisa lebih banyak lagi,” kata Bayu saat dihubungi, Rabu (12/3/2025).
BACA JUGA: Polres dan Dishub Bantul Lakukan Pemetaan Daerah Rawan di JJLS
Menurut dia, keberadan lampu penerangan saat ini belum ideal alias masih gelap. Pasalnya, dari data yang ada, lampu yang terpasang baru sekitar 198 titik di sepanjang JJLS dari Kapanewon Girisubo hingga Purwosari.
“Memang butuh banyak tambahan lampu penerangan jalan di JJLS,” katanya.
Meski demikian, Bayu mengakui bahwa Dishub tidak memiliki kewenangan karena jalan berstatus nasional. Hanya saja, ia tidak menampik sudah ada upaya pengusulan ke Kementerian Perhubungan melalui Balai Pelayanan Transportasi Darat (BPTD) Kelas 2 DIY.
“Tetap kami usulkan dan mudah-mudahan ada penambahan fasilitas. Selain itu, untuk keamanan seperti di simpang Baron dan Panggang sudah ada fasilitas lampu lalu lintasnya,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Gunungkidul, R Agus Hendro K mengatakan, sudah mulai menyusun persiapan untuk menyambut Lebaran di tahun ini. Salah satu agenda yang dilaksanakan dengan survei pemetaan jalan untuk mudik.
Dia menjelaskan, di kegiatan ini diperuntukan guna memastikan kesiapan jalan. Selain itu, juga sebagai sarana menetukan peta jalur, baik jalan utama untuk mudik maupun jalur alternatif guna mengantisipasi terjadinya arus kepadatan kendaraan.
“Kami tidak sendiri karena juga melibatkan Satlantas Polres Gunungkidul dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul untuk melihat kesiapan jalan,” katanya.
Hendro menjelaskan, untuk penetapan jalur utama maupun alternatif akan ditentukan setelah survei dilaksanakan. “Setelah semua dipetakan, nantinya juga ada pemasangan rambu-rambu tambahan guna memberikan kemudahan bagi pengguna jalan,” katanya.
Untuk kesiapan, rencananya juga ada rapat koordinasi lintas sektor yang dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah Gunungkidul. Hanya saja, hingga sekarang belum ada undangan terkait dengan rapat persiapan menyambut Lebaran ini.
“Sudah menjadi agenda rutin dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Di sini nanti dipaparkan berbagai skema untuk kelancaran termasuk adanya potensi rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan macet,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepyakan gotong royong terus digalakkan di Gunungkidul. Tradisi sambatan, rewang, nyumbang hingga layatan tetap dijaga sebagai budaya warga.
PMI Kabupaten Batang menaikkan bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Rp17,5 juta per unit pada 2026. Hingga Mei, sembilan rumah telah direalisas
Kalurahan di Gunungkidul wajib mengalokasikan dana desa untuk program padat karya pada 2026. Program ini ditujukan untuk menyerap tenaga kerja lokal.
Jadwal Meksiko vs Afrika Selatan pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Jumat (12/6/2026) pukul 02.00 WIB. Simak prediksi, statistik, dan siaran langsung TVRI.
ICAS 2026 di Unisa Jogja bahas kepemimpinan perempuan Muslim, krisis iklim, hoaks, transformasi digital, dan keadilan ekologis.
Cara cek penerima BPJS Kesehatan gratis atau BPJS PBI secara online lewat HP menggunakan NIK. Simak syarat, langkah pengecekan, dan solusi jika nama tidak terda