Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Kedua tersangka pengedar uang palsu saat rilis kasus di Mapolres Gunungkidul. Jumat (14/3/2025). Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Duet kakak beradik berinisial DP dan DF menjadi otak pengendaran uang palsu di Kabupaten Gunungkidul. Kasus ini terungkap karena kecelakaan Tunggal di ruas jalan di Kalurahan Kemiri, Tanjungsari pada 15 Februari 2025 lalu.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyono mengatakan, kasus peredaran uang palsu bermula saat kedua pelaku melakukan transaksi rokok di sebuah warung di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari dengan uang pecahan Rp100.000. Setelah diperiksa pemilik warung, ternyata uang tersebut palsu dan pelaku sudah pergi menggunakan mobil Toyota Yariz AB 1164 MD.
Tak berselang lama, terdengar kabar bahwa kendaraan warna merah ini mengalami kecelakaan Tunggal di ruas jalan di Kalurahan Miri. “Sudah ada laporan ke kami dan langsung dilakukan pemeriksaan hingga ditemukan uang palsu Rp1,8 juta,” kata Agus kepada wartawan, Jumat (14/3/2025).
Atas temuan kasus ini, kedua pelaku langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, pelaku berstatus kakak beradik.
Uang-uang palsu yang diperoleh tersangka melalui transaski online di media sosial Telegram. Berdasarkan pengakuan tersangka, dengan pembelian Rp1 juta, memeroleh uang palsu sebesar Rp7 juta.
BACA JUGA: Pasutri Asal Ponjong Jadi Otak Pencurian di Penatu Gunungkidul, Pelaku Mantan Karyawan
“Kakak beradik ini sudah melakukan transaksi sebanyak 25 kali. Jadi, kalau ditotal uang palsu yang diperoleh sebanyak Rp125 juta dan hanya tersisa Rp1,8 juta,” katanya.
Menurut dia, uang-uang palsu ini telah diedarkan dengan modus membeli berbagai kebutuhan sehingga mendapatkan kembalian. “Saat pelaku transaksi uang palsu, juga ada garansi penggantian saat uang palsu ada cacat cetak,” katanya.
Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti mobil Toyota Yaris, 14 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dan delapan lembar uang palsu pecahan Rp50.000. selain itu, juga diamankan sejumlah uang asli hasil kembalian dari transaksi uang palsu serta beberapa perlengkapan seperti Sepatu, celana hingga cat semprot.
“Untuk uang palsu sedang diperiksa ke BI guna memastikan keasliannya. Yang jelas, kasus masih terus kami selidiki,” katanya.
Kanit Humas Polres Gunungkidul, AKP Suranto menambahkan, kasus peredaran uang palsu ini masih dalam pemeriksaan. Kedua tersangka juga masih menjalani pemeriksaan secara intesif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Keduanya dijerat Pasal 26 Ayat (3) Undang-Undang No.7/2011, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun. “Selain itu, juga terancam denda sebesar Rp50 miliar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.