Asian Games 2026: Basral Graito Jaga Fokus di Tengah Persaingan Atlet Skateboard
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
Ilustrasi tsunami - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tidak panik terkait dengan potensi tsunami di Kulonprogo, terutama di sekitar lintas bawah jalur lintas selatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi, menegaskan tsunami di wilayah tersebut merupakan potensi, bukan prediksi sehingga yang lebih penting kesiapsiagaan serta mitigasi risiko.
BACA JUGA: Jalan Underpass Lintas Selatan Kulonprogo Rawan Tsunami
"Kita tidak perlu panik. Kita tidak perlu takut. Tapi kita paham mitigasi terhadap tsunami," ujar dia, Jumat (14/3/2025).
Ia menjelaskan DIY berada di zona subduksi atau penunjaman sepanjang 150-200 km, tempat pertemuan lempeng Indo-Australia dengan Eurasia yang membentuk zona megathrust dan berpotensi memicu gempa bumi besar.
Kulonprogo bagian selatan, katanya, masuk zona merah tsunami lantaran lokasinya dekat dengan Samudra Hindia dan berada di wilayah terdampak oleh aktivitas zona subduksi itu.
Berdasarkan pemetaan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), skenario terburuk bisa mencapai Magnitudo 8,7 dan berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah selatan, termasuk Kulonprogo.
"Dari sejarahnya, tsunami pernah terjadi di wilayah ini pada tahun 1840 dan menyebabkan korban jiwa. Oleh karena itu, kita harus belajar dari sejarah," ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa gempa tidak bisa diprediksi kapan terjadi sehingga masyarakat harus memahami langkah-langkah mitigasi, termasuk mengikuti informasi dari BMKG.
"Golden time kita kurang lebih hanya 10 menit setelah gempa terjadi. Jadi, kita harus siap, bukan takut," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi selama periode mudik Lebaran 2025, sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyarankan penerapan skema buka tutup lalu lintas di jalan lintas bawah jalur lintas selatan Kulonprogo.
Hal itu, bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan dan mempermudah evakuasi manakala terjadi tsunami.
Meski begitu, BMKG menekankan pentingnya masyarakat memahami perbedaan antara potensi dan prediksi.
Ardhianto menjelaskan prediksi selalu memiliki skala waktu yang jelas, layaknya prakiraan cuaca harian atau mingguan, sedangkan potensi tidak memiliki kepastian waktu kapan terjadi.
"Tsunami di Kulonprogo adalah potensi, bukan prediksi. Tidak bisa dipastikan kapan terjadi, tapi kita tahu ada kemungkinan. Itulah kenapa mitigasi sangat penting," katanya.
Ia juga memastikan layanan informasi BMKG tetap berjalan selama 24 jam, termasuk selama cuti Lebaran, demi memberikan pembaruan terkait dengan cuaca, gempa bumi, dan tsunami.
"Informasi kami tidak berhenti dan kami membangun 'early warning', 'early response' bersama pemda, stakeholder dan langkah-langkah mitigasi yang tepat apabila terjadi suatu kejadian ekstrem," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.
RUU APBN 2027 mengatur kewenangan Menteri Keuangan melakukan audit khusus terkait pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi.