Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Penggerobak berkumpul di depo THR, Kamis (20/3/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Jogja terus mengupayakan pengelolaan sampah maksimal di tingkat wilayah. Mulai dari pengelolaan di tingkat rumah tangga dengan biopori dan sebagainya hingga teknologi carbonizer menyerap sampah di wilayah tersebut.
Lurah Ngupasan, Tono, menjelaskan pengelolaan sampah di Kelurahan Ngupasan secara umum saat ini mengandalkan penggerobak yang mengangkut sampah dari masyarakat ke depo. “Ada delapan penggerobak, mengangkut sampah ke depo THR, Ngasem dan Pringgokusuman,” ujarnya, Kamis (20/3/2025).
Delapan penggerobak ini tidak mengangkut sampah dari semua rumah tangga. Sebagian rumah tangga mengelola sampahnya sendiri dan sebagian lagi menggunakan jasa swasta. “Banyak yang menggunakan Pasti Angkut. Dulu kami juga bekerja sama dengan Pasti Angkut,” katanya.
BACA JUGA: Ini Daftar Pasal yang Berubah dalam UU TNI Terbaru
Di tingkat rumah tangga, setiap rumah rata-rata telah memiliki alat pengolah sampah organik seperti biopori dan ember tumpuk. “Kemaren 2024 kami mendapat bantuand ari Dana Keistimewaan sebanyak 648 biopori,” ungkapnya.
Biopori tersebut sudah didistribusikan ke rumah-rumah warga. Tak hanya memberikan alatnya, pihak kelurahan juga membekali warga dengan pelatihan pemasangan dan pengolahannya. “Pelatihan sudah kami berikan, agar warga bisa mengoperasikannya,” kata dia.
Lalu yang terbaru, di Kelurahan Ngupasan juga tengah dikembangkan carbonizer. Alat ini merupakan pembakar sampah seperti insenerator, namun dengan kapasitas yang lebih kecil. “Carbonizer merupakan swadaya masyarakat, baru sekitar enam bulan lalu,” ujarnya.
Carbonizer menggunakan serbuk gergaji sebagai bahan bakar. Serbuk gergaji digunakan untuk menggantikan bahan bakar sebelumnya yakni gas. “Sebelunya pakai gas, tapi mahal. Lalu diganti dengan serbuk gergaji,” katanya.
Alat ini sekarang masih dalam tahap uji coba dan pengembangan, sehingga belum digunakan warga di Ngupasan secara umum. “Harapannya nanti kalau sudah berkembang, carbonizer bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Ngupasan,” kata dia.
Selain itu, Kelurahan Ngupasan juga memiliki 12 bank sampah yang mengelola sampah anorganik. Tidak hanya menjualnya, beberapa bank sampah juga membuat sampah anorganik seperti tutup botol menjadi tas dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.