Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. Foto diambil 28 Juli 2024. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD memastikan early warning system (EWS) yang terpasang di Pantai Selatan berfungsi dengan baik. Kepastian ini sebagai upaya mitigasi adanya potensi tsunami di wilayah Bumi Handayani.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, meski bukan zona merah, namun peluang terjadi tsunami di Gunungkidul tetap ada. Oleh karena itu, upaya mitigasi terus dilakukan agar dampak saat terjadi bencana alam bisa ditekan sekecil mungkin.
“BMKG telah menyampaikan adanya potensi Tsunami dan itu menjadi peringatan kami untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Purwono kepada wartawan, Kamis (20/3/2025).
Dia menjelaskan, beberapa langkah untuk antisipasi telah dilakukan. Salah satunya dengan pemasangan EWS atau alat deteksi dini Tsunami.
Purwono mencatat ada empat EWS yang terpasang dan tersebar di Pantai Krakal, Drini, Sepanjang dan Indrayanti. Ia memastikan, keempat alat ini dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat memberikan peringatan pada saat ada potensi tsunami di kawasan Pantai di Gunungkidul.
“Keempat EWS sudah kami cek dan semua dapat berfungsi dengan baik,” kata Purwono.
BACA JUGA: Ini Daftar Pasal yang Berubah dalam UU TNI Terbaru
Menurut dia, upaya pengusulan penambahan EWS terus dilakukan. Hal ini mengacu adanya sepuluh Pantai yang ramai dikunjungi wisatawan sehingga membutuhkan alat peringatan dini tambahan sehingga upaya antisipasi dapat dimaksimalkan.
“Anggarannya masih terbatas sehingga penambahan EWS belum bisa direalisasikan,” katanya.
Purwono menambahkan, upaya mitigasi tidak hanya sebatas pemasangan EWS. Pasalnya, juga ada koordinasi dengan forum penanggulangan risiko bencana di kalurahan setempat dan Satlinmas Rescue Istimewa untuk meningkatkan kesiapsiagaan dari sisi sumber daya manusia.
“Kami tetap mengimbau kepada warga maupun pengunjung untuk tetap tenang dan tidak perlu panik akan bahaya ini. sebab, kami terus berupaya melakukan pencegaahan dan antisipasi,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, bahaya tsunami tidak menutup kemungkinan terjadi di Pantai Gunungkidul. Berbagai langkah antisipasi pun telah dilakukan mulai dari penyiapan jalur evakuasi hingga pemasangan papan peringatan akan bahaya.
“Harapan kami, potensi bencana tsunami ini tidak pernah terjadi. Tapi, kami juga tetap harus melakukan antisipasi untuk berjaga-jaga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun