Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Salah satu hotel di Kota Jogja yang juga anggota PHRI Yogyakarta sudah melaksanakan pengolahan sampah organik secara mandiri, Sabtu (22/3/2025) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Jajaran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jogja memastikan tak ada hotel ataupun resto di Kota Jogja yang memaanfaatkan depo sampah milik Pemkot.
Sejak TPA Piyungan ditutup beberapa waktu lalu, PHRI DIY sudah membentuk Satgas yang bertugas untuk memantau dan memastikan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh para anggota PHRI DIY.
Ketua Satgas Pengelolaan Sampah PHRI Yogyakarta Novi Susanto menyebut sistem pengelolaan sampah baik di hotel maupun resto menjadi syarat untuk bisa bergabung dalam PHRI. Sejak awal, pengelola hotel dan resto sudah diminta untuk mengimbau para tamu untuk ikut serta bijak dalam memilah dan membuang sampah.
BACA JUGA: Jelang Lebaran, Puluhan Anggota Bank Sampah Kamulyan di Jogja Cairkan Tabungan
"Anak house keeping itu memilihkannya (sampah) plastik, tidak plastik. Kita turun, kita pilah lagi menjadi organik, anorganik, dan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya)," ujar Novi, Sabtu (22/3/2025).
Novi mengatakan, PHRI Yogyakarta telah menggandeng pihak ketiga dalam hal pengelolaan sampah. Di dalam kesepakatan, pihak ketiga ini dipastikan melakukan pembuangan sampah sesuai dengan prosedur dan tidak memanfaatkan depo sampah milik pemerintah.
Di sisi lain, sebagian hotel dan resto sudah bisa mengolah sampah secara mandiri. Ada yang memanfaatkan komposter untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Ada juga yang mengubah sampah organik menjadi eco-enzym yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di sekitar hotel.
"Secara umum itu kita di-collect oleh pihak ketiga. Yang tertib saya yakin diantara bintang 3 dan bintang 4 itu hampir semuanya melakukan. Paling tidak sudah memilih ketiganya (jenis sampah)," imbuhnya.
Sementara, Ketua PHRI Yogyakarta Deddy Pranowo Eryono menegaskan jika ada pembuang sampah di depo dengan sampah beratribut hotel di dalamnya, maka dipastikan itu bukanlah sampah yang dibuang oleh anggotanya.
Sebab, katanya, sejak awal pengelolaan sampah menjadi indikator utama bagi hotel dan restoran untuk bergabung dengan PHRI. Menurutnya, ini menjadi langkah untuk mendukung Pemkot Jogja dalam hal penanganan sampah.
"Kalau ada yang membuang ke depo pasti bukan anggota kami. Tidak semua hotel dan restoran di Yogyakarta itu anggota kami. Kami selalu mendorong seluruh anggota untuk mengelola limbah secara mandiri. Peringatan tiga kali, kalau tidak diindahkan, ya harus keluar dari keanggotaan PHRI," tegas Deddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.