Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Tanjakan Clongop/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Talut ambrol akibat longsor di jalan Clongop di Kapanewon Gedangsari akan diperbaiki di tahun ini. Total anggaran yang disediakan sebesar Rp15 miliar.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, One Sigit Hermanto mengatakan, sepanjang jalur di tanjakan Clongop ada potensi longsor. Bahkan, di beberapa titik sudah longsor yang peristiwanya terjadi di 2024 lalu.
“Potensi longsor tidak hanya di jalur baru yang sudah selesai dibangun, di jalur lama juga ada. Malahan ada talut yang longsor sejak 2024 lalu,” katanya, Kamis (3/4/2025).
BACA JUGA: Jalur Clongop Hanya untuk Kendaraan Pribadi
Dia menjelaskan, untuk talut yang longsor terjadi di jalur lama. Rencana perbaikan sudah dilakukan dengan mengalokasikan anggaran Rp15 miliar di tahun ini.
“Sudah ada pagunya dan saat sekarang masih proses persiapan untuk Lelang mencari rekanan guna mengerjakan perbaikan,” ungkapnya.
Menurut One, perbaikan dilakukan dengan membuat talut baru sesuai dengan desain yang telah dibangun. Pembangunan talut, kata dia, pertama kali dibangun di 2006 lalu dan saat sekarang ambrol karena longsor di tahun lalu.
“Jadi nanti talutnya akan diperbaiki seperti semula dengan membuat bangunan penahan dari atas hingga ke bawah untuk mengurangi risiko longsor,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, jalur Clongop rawan longsor karena lokasinya yang didominasi wilayah perbukitan. Ia tidak menampik saat hujan di pertengahan Maret lalu membuat tebing setinggi 15 meter longsor dan terjadi retakan dengan panjang 40 meter dan kedalamannya sekitar empat meter.
Hanya saja, ia memastikan bahwa longsoran sudah ditangani oleh DPU-ESDM DIY sehingga di jalan baru di tanjakan Clongop bisa dilalui. Penanangan bukan dilakukan oleh pemkab karena status jalan merupakan milik Pemerintah DIY.
“Jadi penanganan disesuaikan dengan statusnya. Berhubung jalannya milik provinsi, maka penanganan juga dilakukan oleh Pemerintah DIY,” katanya.
Menurut dia, di jalur penghubung dengan Klaten, Jawa Tengah ini ada lokasi longsoran lain. Yakni, tepatnya di talut yang ambrol sejak 2024 lalu.
“Di sekitar lokasi sudah dipasangi pagar pengaman agar tidak dilalui pengendara. Rencananya, perbaikan talut dilaksanakan tahun ini,” kata Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Simak simulasi UMK Jawa Tengah 2027 jika naik 9,5%. UMK Kota Semarang diproyeksikan mencapai Rp4,05 juta, disusul Demak dan Kendal.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Sabtu, 24 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Veda Ega Pratama mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position Grand Prix setelah tercepat di kualifikasi Moto3 Australia 2026.
Kemenperin menonaktifkan sementara SIINas dan situs kementerian hingga 25 Oktober 2026 untuk memitigasi risiko keamanan siber PHP2Shell.
Djarot Saiful Hidayat menyampaikan pesan Megawati tentang politik sebagai kehidupan dalam kaderisasi 64 kader PDIP Kota Jogja di Kaliurang.