SPMB SMP Bantul 2026 Dibuka Juni, Jalur Domisili Diubah
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Tidak ada foto
Harianjogja.com, BANTUL — RSUD Panembahan Senopati tengah melakukan transformasi menuju penerapan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), seiring dengan regulasi terbaru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 59/2024. Direktur RSUD Panembahan Senopati, dr. Atthobari menyampaikan, pihaknya tengah mempersiapkan seluruh standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, menjelang implementasi nasional pada 1 Juli 2025.
"Kami sekarang sedang dalam proses penyesuaian. Semua rumah sakit di Indonesia nantinya akan menerapkan sistem KRIS, menggantikan sistem kelas 1, 2, dan 3 dalam BPJS Kesehatan, " jelas dr. Atthobari, Rabu (9/4/2025).
Dalam skema KRIS, seluruh kamar rawat inap akan disamaratakan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan, termasuk jumlah maksimal empat tempat tidur per ruang, fasilitas AC, pencahayaan standar, kamar mandi dalam, dan penyekat berupa gorden antar tempat tidur. Dengan demikian, standar pelayanan diharapkan lebih merata dan adil bagi seluruh pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Saat ini, RSUD Panembahan Senopati telah menyelesaikan renovasi dua bangsal yang telah sesuai standar KRIS, mencakup sekitar 45 tempat tidur. "Kami sedang menyiapkan dua bangsal lagi, agar pada 1 Juli nanti semua unit rawat inap kami sudah terstandar," imbuhnya.
Secara keseluruhan, rumah sakit milik Pemkab Bantul ini memiliki kapasitas 290 tempat tidur. Sementara untuk ruang VIP, dr. Atthobari menyebut bahwa fasilitas tersebut tetap dipertahankan dan tidak terdampak oleh kebijakan KRIS. "Yang dihapus itu sistem kelas 1, 2, dan 3. VIP masih ada dan tetap beroperasi seperti biasa," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, beberapa ruang yang sebelumnya berisi enam tempat tidur dengan kamar mandi di luar, kini telah dirombak dan ditata ulang agar sesuai standar baru. “Kami tidak menambah tempat tidur, tetapi menstandarkan fasilitas yang sudah ada,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara menyatakan, penerapan KRIS sebenarnya bukan wacana baru. "Sudah direncanakan sejak lama. Namun, setelah Perpres keluar, koordinasi langsung dilakukan dengan seluruh rumah sakit untuk mulai menyesuaikan," ucapnya.
Menurut Agus, tantangan terbesar adalah pada pembiayaan dan teknis perombakan ruangan. “Bayangkan, dari satu ruangan berisi delapan tempat tidur harus diubah jadi empat. Butuh anggaran, tenaga, dan waktu,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.