Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Ilustrasi BUMD/Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan mengatakan Perumda Aneka Usaha sebagai perusahaan daerah harus mampu berbenah dan menjadi sumber pendapatan asli daerah.
Ia meminta Aneka Usaha membuat rencana bisnis baru dan penataan manajemen yang lebih baik. "Pada HUT Ke-22 Perumda Aneka Usaha ini, kami minta segera membuat rencana bisnis baru. Dan manajemen tidak boleh ada campur tangan dari pihak lain," kata Agung.
Ia mengatakan Perumda Aneka Usaha lahir secara prematur. Namun demikian, ia berharap Perumda Aneka Usaha bisa berkembang dengan baik. Saat ini, modal usaha sebesar Rp10 miliar.
"Kami berharap modal Rp10 miliar harus berkembang dua kali lipat. Untuk itu, dibutuhkan rencana bisnis baru dan manajemen yang baik," katanya.
Agung berjanji bila Perumda Aneka Usaha mampu menunjukkan kinerja, maka penyertaan modal Rp20 miliar yang dilakukan secara bertahap akan dicairkan.
BACA JUGA: Layanan Kependudukan Kulonprogo Ramai Setelah Lebaran, Banyak yang Pindah KK
"Untuk itu, Aneka Usaha harus memiliki karakter usaha yang jelas, serta misi-visi juga harus jelas," katanya.
Sementara itu, Direktur Perumda Aneka Usaha Kulon Progo Muhammad Nasta'in mengatakan program pembangunan Kulon Progo adalah Membangun Citra Diri Yang Profesional Untuk Kulon Progo Maju. Hal ini sejalan dengan program Perumda Aneka Usaha yakni mandiri, profesional dan berdaya saing.
Unit usaha yang sedang dikembangkan, yakni unit service motor dan kendaraan mobil. Pihaknya memberikan pelayanan pemberian faktur yang diminta dalam penggunaan keuangan negara atau perusahaan.
"Kami bangkit, kami memiliki manajemen berdaya saing untuk Kulon Progo Maju," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.