Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah lapak pedagang di Teras Malioboro Beskalan tutup seperti terlihat, Minggu (20/4/2025). Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Jogja pada masa libur Lebaran belum banyak berdampak positifnya bagi pedagang di Teras Malioboro Beskalan. Kondisi sepi masih terus terjadi hingga hari ini. Beberapa pedagang bahkan memilih tidak berjualan.
Berdasar pantauan Harian Jogja, Minggu (20/4), situasi kawasan Malioboro cukup ramai oleh wisatawan. Sayangnya, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di Teras Malioboro Beskalan yang nampak lengang. Banyak lapak pedagang tutup. Lapak yang buka kebanyakan hanya yang terletak di bagian depan.
Salah satu pedagang, Dasir, mengatakan kondisi sepi pengunjung terjadi sejak perpindahan dari selter Teras Malioboro 2 ke Teras Malioboro Beskalan, termasuk ketika libur Lebaran. “Masih sepi. Saat libur Lebaran pembeli yang datang juga tak terlalu banyak,” ujarnya saat ditemui, Minggu.
Selama berjualan di Teras Malioboro Beskalan, omzet terbesarnya sebagai penjual daster dalam sehari hanya sampai Rp300.000, yakni saat libur Lebaran.
Angka tersebut jauh berbeda dengan kondisi saat masih berjualan di selter Teras Malioboro 2, yang pada hari biasa saja ia bisa mendapatkan sekitar Rp700.000.
BACA JUGA: Ini Hal-Hal yang Bikin Masyarakat Kelas Menengah Susah Jadi Orang Kaya
Karena sepinya pengunjung, para pedagang pun malas untuk membuka lapak terutama pagi dan siang hari. Pada sore dan malam hari lebih banyak pedagang yang buka. “Kalau siang belum ada yang masuk [pengunjung],” katanya.
Sepinya pengunjung ini menurutnya karena akses masuk yang sulit dan tidak terlihat. Akses masuk ke Teras Malioboro Beskalan hanya bisa melalui sisi utara dari Jalan Beskalan dan dari Teras Malioboro 1. Dari Jalan Beskalan, tidak ada petunjuk yang cukup besar dan terlihat untuk mengarahkan pengunjung masuk.
Setelah masuk, Teras Malioboro Beskalan tidak langsung terlihat, karena pengunjung harus berjalan cukup jauh melalui area parkir dan masuk melalui jalan kecil. Sedangkan akses dari Teras Malioboro 1 juga tidak terlihat karena tertutupi area kuliner dan jalan masuknya juga kecil. “Tulisannya belum dipasang,” paparnya.
Pedagang Teras Malioboro Beskalan lainnya yang juga Ketua Paguyuban Tridharma, Supriyati, mengungkapkan dirinya sudah cukup lama tidak berjualan karena kondisi sepi Teras Malioboro Beskalan.
Saat libur Lebaran, kondisi di Teras Malioboro Beskalan juga tidak jauh berbeda. “Belum banyak pengunjung yang datang, sehingga pedagang memilih enggak berjualan,” ujarnya. Pengelola beberapa kali mengadakan event untuk menarik pengunjung, namun belum memberikan dampak positif kepada para pedagang. (Lugas Subarkah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.
Inter Milan menjamu Club Brugge pada Liga Champions 2026/2027, Rabu 14 Oktober pukul 02.00 WIB. Kedua tim memburu poin pertama setelah kalah di laga pembuka.
Huawei Pura X View terjual sekitar 449.800 unit di China hingga pekan ke-39 2026. Simak harga, spesifikasi layar, kamera 200 MP, dan baterainya.
PKN Tingkat II Angkatan XXXII Kalimantan Barat mengunjungi BPKA DIY untuk mempelajari strategi pembiayaan alternatif dan optimalisasi aset daerah.
Condé Nast Traveller merilis daftar 10 kota paling ramah di dunia 2026. Melbourne berada di posisi pertama, sedangkan Seoul, Jaipur, dan Bangkok mewakili Asia.