Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Sejumlah lapak pedagang di Teras Malioboro Beskalan tutup seperti terlihat, Minggu (20/4/2025). Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Jogja pada masa libur Lebaran belum banyak berdampak positifnya bagi pedagang di Teras Malioboro Beskalan. Kondisi sepi masih terus terjadi hingga hari ini. Beberapa pedagang bahkan memilih tidak berjualan.
Berdasar pantauan Harian Jogja, Minggu (20/4), situasi kawasan Malioboro cukup ramai oleh wisatawan. Sayangnya, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di Teras Malioboro Beskalan yang nampak lengang. Banyak lapak pedagang tutup. Lapak yang buka kebanyakan hanya yang terletak di bagian depan.
Salah satu pedagang, Dasir, mengatakan kondisi sepi pengunjung terjadi sejak perpindahan dari selter Teras Malioboro 2 ke Teras Malioboro Beskalan, termasuk ketika libur Lebaran. “Masih sepi. Saat libur Lebaran pembeli yang datang juga tak terlalu banyak,” ujarnya saat ditemui, Minggu.
Selama berjualan di Teras Malioboro Beskalan, omzet terbesarnya sebagai penjual daster dalam sehari hanya sampai Rp300.000, yakni saat libur Lebaran.
Angka tersebut jauh berbeda dengan kondisi saat masih berjualan di selter Teras Malioboro 2, yang pada hari biasa saja ia bisa mendapatkan sekitar Rp700.000.
BACA JUGA: Ini Hal-Hal yang Bikin Masyarakat Kelas Menengah Susah Jadi Orang Kaya
Karena sepinya pengunjung, para pedagang pun malas untuk membuka lapak terutama pagi dan siang hari. Pada sore dan malam hari lebih banyak pedagang yang buka. “Kalau siang belum ada yang masuk [pengunjung],” katanya.
Sepinya pengunjung ini menurutnya karena akses masuk yang sulit dan tidak terlihat. Akses masuk ke Teras Malioboro Beskalan hanya bisa melalui sisi utara dari Jalan Beskalan dan dari Teras Malioboro 1. Dari Jalan Beskalan, tidak ada petunjuk yang cukup besar dan terlihat untuk mengarahkan pengunjung masuk.
Setelah masuk, Teras Malioboro Beskalan tidak langsung terlihat, karena pengunjung harus berjalan cukup jauh melalui area parkir dan masuk melalui jalan kecil. Sedangkan akses dari Teras Malioboro 1 juga tidak terlihat karena tertutupi area kuliner dan jalan masuknya juga kecil. “Tulisannya belum dipasang,” paparnya.
Pedagang Teras Malioboro Beskalan lainnya yang juga Ketua Paguyuban Tridharma, Supriyati, mengungkapkan dirinya sudah cukup lama tidak berjualan karena kondisi sepi Teras Malioboro Beskalan.
Saat libur Lebaran, kondisi di Teras Malioboro Beskalan juga tidak jauh berbeda. “Belum banyak pengunjung yang datang, sehingga pedagang memilih enggak berjualan,” ujarnya. Pengelola beberapa kali mengadakan event untuk menarik pengunjung, namun belum memberikan dampak positif kepada para pedagang. (Lugas Subarkah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Presiden AFA Claudio Tapia menyerahkan keputusan masa depan Lionel Messi sepenuhnya kepada sang pemain setelah tampil gemilang di Piala Dunia 2026 bersama Argen
Film The Odyssey karya Christopher Nolan menembus pendapatan global US$1 miliar hanya dalam tiga pekan. Capaian ini menjadi yang pertama bagi Nolan sejak The Da
Bek Singapura Jacob Mahler mengungkap filosofi tim yang membantu The Lions menahan imbang Indonesia 1-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF 2026.
Veda Ega Pratama finis ketiga pada FP2 Moto3 Inggris 2026 di Silverstone dan lolos langsung ke Q2. Honda Team Asia menilai masih ada peluang besar untuk meningk
Pemprov DKI Jakarta memastikan data perpajakan dan aset daerah tetap aman meski Gedung Bapenda DKI di Jalan Abdul Muis terbakar. Layanan publik dipastikan tetap