Stunting di Kota Jogja Menurun, Kotagede Masih Tertinggi
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mendukung rencana Pemerintah Pusat mengolah sampah menjadi sumber energi yang akan dijual kepada PT PLN (Persero).
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menuturkan Pemerintah Pusat berencana membangun pusat pengolahan sampah menjadi energi di setiap wilayah. Dia menuturkan pengolahan energi tersebut akan dibangun dengan target kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.000 ton per hari.
“Nanti [pengolahan sampah] akan dijembatani oleh DLHK [dinas lingkungan hidup dan kehutanan di tiap wilayah] selaku koordinator antar kabupaten kota,” katanya, Minggu (20/4/2025).
Dia menuturkan energi yang telah diolah di setiap wilayah akan dijual kepada PT PLN (Persero) dalam bentuk energi dengan harga yang akan disepakati kemudian. Hanif mengaku kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya penanganan sampah yang ada di setiap wilayah.
Dia menuturkan kebijakan tersebut selaras dengan aturan terkait payment for ecosystem services (PES) sebagaimana yang ada dalam PP No.46/2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup. Aturan tersebut mengatur mengenai sistem pembayaran bagi individu atau kelompok masyarakat yang menyediakan jasa ekosistem. Pembayaran tersebut diberikan sebagai insentif untuk menjaga atau meningkatkan jasa tersebut.
BACA JUGA: Ini Hal-Hal yang Bikin Masyarakat Kelas Menengah Susah Jadi Orang Kaya
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mendukung pola pengelolaan sampah menjadi energi
“Pola pengelolaan sampah akan diarahkan menjadi waste to energy, sampah menjadi energi yang akan dibeli oleh PLN dengan harga yang layak. Sehingga itu bisa menutup operasional aktivitas produksi energi dari sampah,” katanya.
Halim memperkirakan tempat pengelolaan sampah di DIY yang direncanakan dalam kebijakan tersebut akan didirikan di Bantul. Menurutnya, selama ini, masih ada daerah lain yang mengolah sampahnya di Bantul. Hal itu terjadi karena daerah lain kekurangan lahan untuk mengolah sampah. Karena itu, menurut Halim, Pemkab Bantul perlu menggagas industri pengolahan sampah yang dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.
Kemenpar menargetkan Indonesia menjadi pusat MICE ASEAN melalui AI, penguatan talenta, dan peningkatan daya saing industri pariwisata.