Seleksi Calon Sekda Kota Jogja Masuk Final, Ini 3 Kandidatnya
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mendukung rencana Pemerintah Pusat mengolah sampah menjadi sumber energi yang akan dijual kepada PT PLN (Persero).
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menuturkan Pemerintah Pusat berencana membangun pusat pengolahan sampah menjadi energi di setiap wilayah. Dia menuturkan pengolahan energi tersebut akan dibangun dengan target kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.000 ton per hari.
“Nanti [pengolahan sampah] akan dijembatani oleh DLHK [dinas lingkungan hidup dan kehutanan di tiap wilayah] selaku koordinator antar kabupaten kota,” katanya, Minggu (20/4/2025).
Dia menuturkan energi yang telah diolah di setiap wilayah akan dijual kepada PT PLN (Persero) dalam bentuk energi dengan harga yang akan disepakati kemudian. Hanif mengaku kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya penanganan sampah yang ada di setiap wilayah.
Dia menuturkan kebijakan tersebut selaras dengan aturan terkait payment for ecosystem services (PES) sebagaimana yang ada dalam PP No.46/2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup. Aturan tersebut mengatur mengenai sistem pembayaran bagi individu atau kelompok masyarakat yang menyediakan jasa ekosistem. Pembayaran tersebut diberikan sebagai insentif untuk menjaga atau meningkatkan jasa tersebut.
BACA JUGA: Ini Hal-Hal yang Bikin Masyarakat Kelas Menengah Susah Jadi Orang Kaya
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mendukung pola pengelolaan sampah menjadi energi
“Pola pengelolaan sampah akan diarahkan menjadi waste to energy, sampah menjadi energi yang akan dibeli oleh PLN dengan harga yang layak. Sehingga itu bisa menutup operasional aktivitas produksi energi dari sampah,” katanya.
Halim memperkirakan tempat pengelolaan sampah di DIY yang direncanakan dalam kebijakan tersebut akan didirikan di Bantul. Menurutnya, selama ini, masih ada daerah lain yang mengolah sampahnya di Bantul. Hal itu terjadi karena daerah lain kekurangan lahan untuk mengolah sampah. Karena itu, menurut Halim, Pemkab Bantul perlu menggagas industri pengolahan sampah yang dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Bareskrim memastikan blackout di Sumatra bukan sabotase, melainkan dampak cuaca ekstrem yang merusak jaringan transmisi listrik di Jambi.
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM