Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Kondisi talud di samping polsek Imogiri Bantul, Minggu (20/4/2025)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Pemeritah Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Bantul sampai saat ini belum bisa memastikan kapan normalisasi Sungai Celeng, tepatnya talud di samping Polsek Imogiri dilakukan.
Pasalnya, sampai saat ini Pemkal Wukisari belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) yang akan melakukan normalisasi di titik tersebut.
"Sudah ada survey tiga kali dari petugas BBWSSO, tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan kepastian kapan pelaksanaan normalisasi di titik tersebut," kata Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, Rabu (23/4/2025).
BACA JUGA: Pemkab Bantul Segera Perbaiki Talud Sungai Celeng
Padahal, kata Susilo, normalisasi di titik tersebut sangat dibutuhkan dalam waktu dekat. Sebab, paska jebolnya talud, perbaikan yang dilakukan hanya sebatas perbaikan sementara. Di mana, titik talud yang jebol tersebut hanya ditumpuki karung tanah untuk mencegah kembali jebolnya talud tersebut.
"Kemarin sebenarnya mau diperbaiki oleh DPUPKP [Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman] Bantul dengan dana BTT [Biaya Tidak Terduga]. Namun dalam perkembangannya, perbaikan akan dilakukan oleh BBWSSO. Jadi dana BTT tidak jadi digunakan," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala DPUPKP Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon membenarkan bahwa perbaikan talud samping Polsek Imogiri ditangani oleh BBWSSO. Sebab, DPUPKP Bantul tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan talud tersebut.
"Kewenangan memang di BBWSSO. Tanggul, sungai dan talud di wilayah itu ditangani BBWSSO, bukan kewenangan kami. Soal kapan mulai diperbaiki itu kewenangan BBWSO," jelasnya.
Oleh karena itu, saat ini DPUPKP Bantul hanya akan menangani perbaikan talud di satu titik lainnya di Sungai Celeng, yakni di Pucong Growong, Karangtengah, Imogiri. Jimmy menyebut DPUPKP Bantul telah menganggarkan Rp300an juta untuk perbaikan talud di Pucong Growong.
"Saat ini sudah masuk tahap lelang dan tinggal revisi perhitungan saja," ungkapnya.
Berharap Normalisasi Tak Hanya untuk Titik di samping Polsek Imogiri
Di sisi lain, Pemkal Wukirsari berharap agar normalisasi Sungai Celeng bisa dilakukan segera. Tidak hanya pada titik di samping Polsek Imogiri.
"Sebab, ada beberapa titik yang juga rawan jebol. Sungai Celeng itu kan panjangnya 5 sampai 6 kilometer, kami berharap ada normalisasi dari atas yakni wilayah Jatirejo sampai samping Polsek Imogiri," imbuh Susilo.
Menurut Susilo, normalisasi dibutuhkan karena selain rawan jebol, juga ada pendangkalan di Sungai Celeng. Sehingga apabila terjadi hujan, air hanya bisa lewat di sisi kiri dan kanan. "Tengahnya sudah banyak bebatuan. Jadi alirannya kurang lancar.
Selain itu, Susilo juga berharap agar Pemkab Bantul melakukan pengerukan terhadap Embung Imogiri 1 dan Embung Imogiri 2 karena saat ini sudah mulai ada pendangkalan.
"Kami juga berharap ada penanaman pohon di hulu yakni daerah Muntuk, Dlingo. Agar kemungkinan adanya banjir kiriman bisa diminimalisasi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.