Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi mahasiswa/Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM) membatalkan satu pendaftar jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang sebelumnya dinyatakan lolos, seusai terungkap adanya perbedaan antara data nasional dengan data rapor.
Keputusan pembatalan calon mahasiswa yang lolos seleksi itu tak serta merta langsung mengeluarkan pendaftar begitu saja, Pihak kampus sebelumnya telah melakukan pengecekan dan klarifikasi ke sekolah terkait perbedaan data ini.
Direktur Pendidikan dan Pengajaran, Profesor Gandes Retno Rahayu menerangkan pengetatan terhadap antisipasi kecurangan tidak hanya dilakukan pada pelaksanaan jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 tetapi juga pada jalur SNBP.
BACA JUGA: Berikut Ini Link dan Cara Membuka Hasil SNBP 2025
"Saya kira sebenarnya tidak dimulai dari UTBK saja, SNBP kemarin sudah ada [pengetatan]," kata Gandes pada Sabtu (26/4/2025)
Pengetatan ini dilakukan dengan melakukan pengecekan balik antara data nasional dengan rapor sekolah dari para pendaftar. Bila ditemukan adanya ketidakcocokan, maka kampus akan melakukan klarifikasi ke sekolah terkait perbedaan data ini.
"Kami cross-check nilai, dari nilai yang di data nasional dengan nilai real yang dirapor. Kalau ada perbedaan itu kemudian kami klarifikasi dulu ke sekolah, FGD dengan kepala sekolah memastikan," ucapya.
Hasilnya dari serangkaian pengecekan yang dilakukan UGM, ada satu pendaftar yang mempunyai data yang tidak sinkron antara data nasional dengan data rapor.
"Dan ternyata setelah sekian kami klarifikasi ada satu yang memang ada perbedaan sangat signifikan antara data yang diunggah di nasional dengan data real, itu kita out-kan [dibatalkan kelolosannya]," ucapnya.
Meski sudah sempat diterima, kampus pun secara tegas mengeluarkan pendaftar tersebut dari daftar calon mahasiswa diterima
"SNBP satu [dikeluarkan], sekarang baru kami laporkan. Karena memang nasional juga begitu, kalau memang sudah terbukti ada kecurangan maka memang seperti itu [dikeluarkan]," ujarnya.
Pada penyelenggaraan UTBK, kampus juga akan berlaku sama. Bila ada indikasi kecurangan, investigasi akan pun dilakukan. "Bila betul-betul terbukti, tidak langsung ya, kami investigasi dulu maka out," ungkapnya.
BACA JUGA: 4 Hal yang Wajib Diperhatikan, Sebelum Cek Seleksi SNBP 2025 Sore Ini
Bahkan secara nasional Gandes menjelaskan aturan sanksi kepada pelaku kecurangan saat ujian UTBK-SNBT sudah jelas menyatakan pelaku kecurangan akan di-banned.
"UTBK kemarin konferensi pers dari Panitia Pusat sudah clear bahwa nanti ada kecurangan-kecurangan ini maka dia akan di-banned tidak bisa mendatar," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.