Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Tim SAR Gabungan saat melakukan penyisiran untuk mencari korban tenggelam di Sungai progo, Sedayu Bantul, Senin (28/4/2025)./ Ist-Humas basarnas Yogyakarta
Harianjogja.com, BANTUL—Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian Indrawan, 26, korban yang hilang diduga hanyut saat menjaring ikan di Sungai Progo, Kapanewon Sedayu, Bantul.
Warga Demangan RT 32, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Bantul itu dilaporkan hilang pada Sabtu (26/4/2025), sekitar pukul 13.10 WIB.
Humas Kantor Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto mengatakan kejadian bermula saat korban akan menebar jaring ikan dengan menyebrangi sungai. Korban berjalan dari sisi timur sungai menuju barat sungai.
"Sampai di tengah Sungai Progo naas korban ketika hendak menebar jaring itu ikut terbawa sungai dan tenggelam bersama jaringnya," kata Pipit.
Mendapat laporan tersebut Kantor Basarnas Yogyakarta mengirimkan 1 tim Rescue yang dilengkapi dengan peralatan Water Rescue untuk melakukan pencarian bersama Tim SAR Gabungan. Namun kini korban masih belum ditemukan.
Lebih lanjut Pipit mengatakan proses pencarian di hari ketiga ini kembali dilanjutkan. Rencana operasi pencarian korban hari ini, Senin (28/4/2025) dibagi dalam tiga tim.
BACA JUGA: Antisipasi Tsunami, 29 EWS Dipasang di Pesisir Selatan Bantul
Tim pertama melaksanakan penyisiran darat dari lokasi kejadian perkara (LKP) ke arah timur sejauh 1 kilometer. Tim kedua melaksanakan penyisiran air menggunakan LCR dari LKP ke arah timur sejauh 1 kilometer.
Kemudian tim ketiga melaksanakan penyisiran kearah timur menggunakan Drone Thermal dan Drone Kapal Pos 21 sejauh 1 kilometer dari LKP.
"SRU keempat Melaksanakan Pencarian di sekitar LKP menggunakan Jaring sejauh 200 meter," papar Pipit.
Menurut Pipit luas sungai yang cukup lebar sehingga area pencarian ckup luas. Selain itu arus atas dan bawah sungai yang cukup kencang menjadi kendala dalam proses pencarian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.