Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik, TKDN Tembus 60 Persen
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Dialog Antaragama dan Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) di Indonesia./Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dialog mahasiswa lintas agama digelar dengan melibatkan tujuh kampus di Jogja pada Sabtu (10/5/2025) hingga Minggu (11/5/2025) di UNU Jogja. Workshop dan pelatihan ilmiah ini diikuti mahasiswa deng latar belakang lima agama dengan tujuan membangun semangat toleransi sejak dini dan mencegah terjadinya intoleransi.
Pertemuan ini bertajuk Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Lintas Iman untuk Dialog Antaragama dan Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) di Indonesia. Adapun tujuh kampus yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jogja, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Sekolah Tinggi Agama Buddha Syailendra Kopeng dan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Jawa Dwipa, Klaten.
BACA JUGA: Mendiktisaintek Brian Yuliarto Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan di Perguruan Tinggi
Salah satu bahasan yang disorot para mahasiswa di antaranya terkait kasus intoleransi. Berdasarkan hasil penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta 2021 sebanyak 30,16 persen mahasiswa Indonesia ternyata tidak toleran. Fenomena ini dikhawatirkan dapat menjadi ancaman serius bagi keberagaman Indonesia, pasalnya anak muda yang seharusnya menjadi pembawa perdamaian.
"DIY misalnya, meskipun dikenal sebagai kota pendidikan, banyak mahasiswa dari berbagai agama dan etnis yang belum terlibat dalam dialog antaragama. Data juga menunjukkan bahwa kasus intoleransi DIY dan Jawa Tengah masih tinggi dalam lima tahun terakhir," kata Direktur Center for Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) UNU Jogja Wiwin Rohmawati.
Oleh karena itu, membangun perjumpaan langsung atau dialog antarmahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan suku menjadi sangat dibutuhkan untuk menekan potensi intoleransi di masa mendatang. Menurutnya program tersebut didukung oleh The International Dialogue Centre KAICIID-King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue, sebuah konsorsium sejumlah negara untuk dialog lintas agama.
"Kegiatan ini diikuti 35 mahasiswa, kami berupaya untuk menyinergikan kerangka GEDSI dalam upaya dialog antaragama. Melalui pendekatan interseksionalitas antara dialog antaragama dan GEDSI, program ini diharapkan mampu membangun masyarakat terutama kaum muda yang setara, adil dan inklusif," kata Wiwin.
Direktur PuSAIK Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Suhadi Cholil menilai dialog antaragama menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya kritis, membangun hubungan antaragama serta menginisiasi kerja sama untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial. Menurutnya banyak inisiatif dialog antaragama telah dilakukan, namun belum ada yang melibatkan mahasiswa dari 7 kampus sekaligus dengan latar belakang agama yang berbeda.
BACA JUGA: Candi Prambanan Jadi Simbol Toleransi Beragama
"Tetapi di pertemuan ini benar-benar mahasiswa dari berbagai latar belakang, ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Selain itu, saat ini belum ada yang berupaya mengembangkan dialog antaragama sekaligus memperkuat perspektif dan praktik GEDSI," ujar Suhadi.
Ia menambahkan dialog antaragama tidak dapat berdiri sendiri, karena memiliki persinggungan dan saling terkait dengan berbagai isu di masyarakat, salah satunya dengan isu GEDSI. Oleh karena itu, penting untuk memulai suatu inisiatif bersama yang menyediakan ruang bagi mahasiswa dari berbagai agama untuk bertemu dan berdialog sekaligus memperkuat perspektif GEDSI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.