Kuliah Gratis di PTN, Dosen Unisa Usul Skema Berkeadilan untuk PTS
Dosen Unisa Yogyakarta mengusulkan skema berkeadilan bagi PTS jika kuliah gratis di PTN diterapkan pemerintah.
Suasana Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat yang digelar pada Sabtu (27/7/2024)./Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat diikuti 415 tokoh pemuka agama. Agenda ini diharapkan jadi wadah komunikasi antar pemuka agama dan dapat meningkatkan toleransi antar umat beragama di Sleman.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berpandangan pelaksanaan dialog ini sebagai upaya merawat kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Sleman. Menurutnya untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan komunikasi dan silaturahmi untuk menyatukan pandangan yang berbeda menjadi satu.
BACA JUGA: Wujudkan Geopark Jogja Lestari dan Murakabi, Ini yang Dilakukan Pemkab Sleman
"Saya harap para tokoh dan pemuka agama dapat menyampaikan pentingnya toleransi, perdamaian dan anti radikalisme pada kalangan masyarakat. Karena saat ini masih banyak berita yang mengandung radikalisme, hoaks, ujaran kebencian maupun ajaran anti toleransi di berbagai media sosial," kata Kustini Sabtu (27/7/2024) di Pendopo Parasamya Sleman.
Karenanya, Kustini mengajak para pemuka agama untuk memanfaatkan media sosial untuk membagikan konten positif yang dapat meningkatkan toleransi antar umat beragama.
Kustini menambahkan Pemkab Sleman sebagai rumah bersama semua agama mendukung terciptanya situasi yang kondusif. Kustini pun memberi arahan agar para pemuka agama dapat saling berkoordinasi dan mengupayakan langkah-langkah konkrit agar kerukunan dan toleransi di Kabupaten Sleman tetap terjaga dengan baik.
Kepala Bagian Kesra, Sigit Herutomo, menerangkan kegiatan Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat digelar untuk menjalin komunikasi antar tokoh agama dan masyarakat. Kegiatan ini juga sebagai media perkenalan antar pemuka agama. Selain dialog, turut disajikan pula penampilan kesenian dari masing-masing perwakilan agama.
"Harapannya, dialog dan penampilan dari masing-masing agama nantinya akan membangun komunikasi antar pemuka agama menjadi semakin harmonis dan juga terjalin semakin baik," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dosen Unisa Yogyakarta mengusulkan skema berkeadilan bagi PTS jika kuliah gratis di PTN diterapkan pemerintah.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.