Ratusan Galon Bekas Disulap Jadi Media Tanam Padi, DPRD Jogja Minta Ditiru
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Ilustrasi sekolah rakyat. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Bangunan Taman Siswa akan digunakan sebagai sekolah rakyat di Kota Jogja. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengecekan lokasi untuk memastikan kesiapan sekolah tersebut.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti menyampaikan pihaknya meninjau sekolah rakyat untuk memastikan kesiapan sekolah tersebut. Dia menuturkan sekolah tersebut dikonsepkan sebagai boarding school. Dengan begitu, sekolah tersebut akan dirancang dengan ruang kelas, asrama, dapur, ruang makan, laboratorium, dan tempat ibadah.
Sejauh ini menurut Diana, jumlah ruang kelas telah mencukupi untuk menampung kuota sekitar seribu orang anak. Namun, menurutnya beberapa ruangan perlu direhabilitasi agar dapat digunakan sebagai asrama.
“Kami perlu renovasi besar, terutama untuk asrama, dapur, dan kamar mandi,” ujarnya, Sabtu (10/5/2025).
BACA JUGA: Tim Saber Pungli Gunungkidul Bakal Pelototi Layanan TPR Wisata Pantai Cegah Kebocoran
Diana menuturkan Kementerian PU akan mendesain ulang bangunan di sana agar sesuai dengan standar sekolah berasrama. Meski begitu, pelaksanaan rehabilitasi di sana masih akan dilakukan setelah siswa di sekolah tersebut direlokasi untuk sementara.
Dia menuturkan analisa teknis menyeluruh terhadap struktur bangunan yang ada akan dilakukan dalam waktu dekat.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menuturkan sekolah tersebut nantinya akan dikhususkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem. Tempat tersebut akan menyediakan ruang pembelajaran dan tempat tinggal bagi anak-anak tersebut. “Karena itu, semua fasilitas harus tersedia dan terintegrasi,” ujarnya.
Sekolah tersebut akan menggabungkan pendidikan formal dan pembinaan karakter. Nantinya akan ada seribu orang siswa yang akan ditampung di sana.
“Sebelumnya Kementerian Sosial telah menetapkan lokasinya. Selanjutnya, Kementerian PU akan melakukan asesmen kelayakan,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja belum memiliki lahan seluas enam hektar untuk digunakan sebagai sekolah rakyat. Karena itu, sekolah rakyat di Jogja didirikan di Taman Siswa.
“Karena itu kami akan berdiskusi dulu dengan Yayasan Taman Siswa dalam waktu dekat terkait relokasi siswa yang masih belajar di sini, sehingga pembangunan bisa segera dimulai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.