630 Personel TNI-Polri Dikerahkan Amankan Pemilihan Lurah Serentak di Gunungkidul
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Ilustrasi pengangguran. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah penggangguran terbuka di Gunungkidul naik cukup signifikan. Hal ini terlihat dari data yang tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024.
Tahun lalu, angka pengangguran terbuka di Gunungkidul sebesar 2,16%. Capaian ini dinilai lebih banyak ketimbang periode sama di 2023 sebesar 2,09%.
“Target angka penggangguran terbuka bisa di angka 1,98 persen, tapi realisasinya lebih tinggi dengan jumlah 2,16 persen,” kata Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, Rabu (14/5/2025).
Menurut dia, tidak hanya target penurunan yang meleset, namun malah terjadi peningkatan. Hal ini terlihat dari perbandingan data di 2023 dan 2024, ada peningkatan 0,07%.
“Harus diselesaikan karena jangan sampai angka pengangguran terbuka malah terus bertambah,” ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan ini mengaku sudah membuat sejumlah catatan untuk menekan angka pengangguran ke Gunungkidul. Catatan diberikan ke bupati sebagai bagian dari pengawasan yang dilakukan oleh anggota DPRD.
Beberapa catatan untuk mengurangi jumlah angka pengangguran bisa dilakukan dengan mempeluas kesempatan kerja dan pengembangan peluang kerja bagi lulusan sekolah maupun perguruan tinggi. Cara ini dapat dilakukan dengan proses magang sehingga kemampuan calon pekerja bisa terus ditingkatkan.
Selain itu, sambung Endang, juga bisa dilakukan dengan menyusun kebijakan yang memberikan insentif bagi investor di sektor padat karya. Diharapkan dengan insentif ini, maka pemilik modal semakin tertarik berinvestasi sehingga penyerapan tenaga kerja bisa semakin banyak.
BACA JUGA: Lurah Pastikan Video Viral Buaya di Sungai Progo Bukan Hoaks, Warga Diminta Waspada
“Yang tak kalah penting untuk mengurangi pengangguran dapat dilakukan dengan mendorong pemberdayaan UMKM serta memberikan bantuan ke pelaku UKM seperti akses permodalan, pelatihan berkala hingga akses ke pasar,” kata dia.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono saat dikonfirmasi tidak menampik adanya peningkatan angka pengangguran terbuka. Menurut dia, ada beberapa fakta yang menyebabkan terjadinya tren kenaikan pengangguran.
Ia berpendapat, sebagai wilayah yang masih didominasi sektor pertanian, faktor cuaca ekstrem yang melanda Gunungkidul ikut berpengaruh.
Tahun lalu dilanda kekeringan parah akibat kemarau panjang dan membuat sektor pertanian lumpuh sehingga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Petani kalau tidak bekerja, maka juga terhitung masuk dalam kategori pengangguran terbuka,” katanya.
Adapun faktor lain penyebab meningkatnya pengangguran terbuka ialah menurunnya permintaan sektor jasa. Hal ini berdampak terjadinya ketimpangan antara jumlah lowongan kerja dengan jumlah pencari kerja.
“Berkurangnya lapangan pekerjaan ini membuat penyerapan tenaga kerja juga stagnan,” katanya.
Meski demikian, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi agar angka pengangguran terbuka bisa ditekan.
“Sudah kami persiapkan dan salah satunya menggelar job fair dengan harapan bisa menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Simak lima alat pelacak mobil, mulai dari GPS Kabel Android hingga Super Spring VT-100 M. Ketahui fitur dan kisaran harganya.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Sebanyak 499 atlet dari 12 provinsi dan Kanada mengikuti Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 di Bantul.