Sertifikasi CPLA Jadi Nilai Tambah Pencari Kerja
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Tangkapan layar acara DPRD's Talks bertema Sistem Kepegawaian yang Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Masyarakat, yang berlangsung secara daring, Selasa (20/5/2025). Ist
JOGJA—Pegawai yang berada di lingkungan DIY ibarat abdi dalem. Sebagai abdi dalem, mereka perlu mengabdi dan melayani tuannya. Tuan di sini dalam arti masyarakat yang ada di DIY. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DIY, Arif Kurniawan, dalam DPRD's Talks bertema Sistem Kepegawaian yang Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan Masyarakat, yang berlangsung secara daring, Selasa (20/5/2025).
Konsep ini juga selaras dengan nilai-nilai keistimewaan yang ada di DIY. Nilai-nilai keistimewaan terinternalisasi pada seluruh pegawai yang ada di DIY. Arif mencontohkan saat para pegawai baru tiba di kantornya masing-masing, ada percakapan bersama, semacam musyawarah.
"Mereka membahas apa yang hari ini ingin kita capai. Itu nilai lokal di DIY, yang sudah turun-temurun," kata Arif. "Internalisasi nilai-nilai lokal ini, yang kami dari Komisi A sudah melihat di pegawai Pemda DIY."
Tidak hanya budaya kerja yang khas DIY, Arif juga berharap Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY semakin memantapkan sistem yang bisa memberikan parameter jelas dalam menilai para pegawai. Arif mengatakan parameter yang jelas ini bisa mengetahui kinerja pegawai serta implementasi konkretnya di lapangan.
Sistem ini, lanjutnya, harus lah transparan serta mudah diakses oleh masyarakat. Sehingga asas keterbukaan menjadikan Pemda DIY semakin maju dan melayani masyarakat. Di samping itu, kejelasan parameter bisa semakin memudahkan pegawai dalam rangka naik jabatan dan sebagainya.
"Kami [dari legislatif] berharap bahwa BKD DIY menjadi ujung tombak serta salah satu pilar utama dalam mendorong pegawai di DIY, menjadi garda terdepan dalam rangka melayani masyarakat DIY," katanya.
BACA JUGA: Kasus Pengurusan Rencana Tenaga Kerja Asing di Kemnaker, KPK Tetapkan Delapan Tersangka
Teknologi Informasi
Kepala BKD DIY, Hary Setiawan, mengatakan di DIY sudah terdapat sistem teknologi yang mengupayakan sistem kepegawaian berjalan maksimal. Dari sistem rekrutmen hingga pensiun, sudah ada masing-masing sistem yang memudahkan pegawai di lingkungan DIY. Teknologi informasi ini, salah satunya berupa aplikasi.
Hary menggambarkan dari sistem absen, saat ini tidak lagi menggunakan sistem finger print, tetapi sudah memakai aplikasi E-Prima. Sehingga pegawai bisa absen di radius tertentu dari kantor. Aplikasi ini dikembangkan sejak pandemi Covid-19.
Adapula aplikasi SI-INFORMAN, yang berguna untuk menilai kinerja pegawai. "Aplikasi ini sudah ada jauh sebelum adanya aplikasi E-kinerja dari Badan Kepegawaian Negara," katanya.
Aplikasi juga terdapat pada sistem kenaikan pangkat, penilaian kompetensi, hingga urusan pensiun. Pengembangan aplikasi ini bermuara pada aturan dari kementerian hingga pemda. Sehingga semua sudah selaras dengan segala indikatornya. "Semuanya objektif, apabila seorang pegawai berkinerja bagus dan layak untuk dipromosikan, maka dia akan dipromosikan," kata Hary. "Semua sistem ini, insyaallah bisa memberikan pelayanan publik yang baik, yang sudah terakamodasi secara terintegrasi satu sama lain." (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.