Ratu Oceania Raya Gelar Career Talk Disney Day di Jogja
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Dokter dan pasien. - Ilustrasi/Freepik
JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menyiapkan aplikasi pemantauan data kesehatan warga di setiap kampung untuk mendukung pelaksanaan program Satu Kampung Satu Nakes yang mulai bergulir pada Agustus 2025.
Program ini merupakan salah satu program prioritas di sektor kesehatan yang dicanangkan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Waryono, mengatakan sistem itu bakal menyajikan data rinci di masing-masing kampung, mulai dari jumlah penduduk, warga lansia, ibu hamil, anak balita, hingga kasus stunting.
"Kominfo akan membuatkan peta atau portal kesehatan. Nanti kalau di-klik satu kampung, akan kelihatan semua datanya," kata Waryono, akhir pekan kemarin.
Ia menjelaskan, sistem itu akan memperkuat peran tenaga kesehatan (nakes) di kampung yang tidak hanya melayani secara langsung, tetapi juga memetakan kebutuhan serta potensi risiko kesehatan wilayah binaan.
Pada tahap awal, Program Satu Nakes Satu Kampung yang digagas Hasto Wardoyo itu akan menyasar 45 kelurahan, dengan menempatkan satu nakes di setiap kelurahan.

Rekrutmen nakes dilakukan sebelum Agustus dan didanai melalui anggaran biaya tambahan (ABT) perubahan. "Untuk 2025 ini kami menyiapkan 45 nakes di 45 kelurahan," ujar Waryono.
Satu nakes, kata dia, akan dibantu oleh dua kader posyandu dan berkoordinasi dengan puskesmas serta layanan kegawatdaruratan Public Safety Center (PSC) 119, termasuk menjalankan sistem rujukan jika diperlukan.
BACA JUGA: Bakal Ada Tempat Parkir Khusus Mobil Pribadi di Sekitar Malioboro, Ini Dua Tempatnya
"Sementara ini masih dikaver oleh tim dari puskesmas. Tapi nanti kami siapkan agar setiap kampung ada nakes yang bertanggung jawab," kata dia.
Jika program awal berjalan sesuai rencana, Dinkes menargetkan perluasan cakupan untuk 169 kampung di Kota Jogja pada 2026. "Nanti akan dilanjutkan dengan rekrutmen lagi agar tiap kampung punya satu bidan atau nakes," katanya.
Ia menegaskan keberadaan nakes di kampung bukan untuk menggantikan fungsi puskesmas, melainkan memperkuat layanan dasar dan menjangkau masyarakat lebih dekat.
"Misalnya di posyandu ditemukan kasus yang perlu ditindaklanjuti, nakes menjadi penghubung ke puskesmas atau layanan rujukan," katanya.
Program Satu Kampung Satu Nakes bagian dari janji kampanye Wali Kota Hasto Wardoyo dalam menghadirkan layanan kesehatan berbasis komunitas di Kota Gudeg.
Untuk menopang program tersebut, Dinkes telah merampungkan Rancangan Peraturan Wali Kota (Raperwal) Jaminan Pelayanan Kesehatan yang akan mengatur sistem kerja dan pembiayaan. "Raperwal sudah selesai, tinggal harmonisasi di Biro Hukum Pemda DIY. Harapannya bisa terbit dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo," ucap Waryono. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.