Warga Kedungpoh Didorong Mampu Mengubah Sampah Jadi Penghasilan
Bedah buku ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mencetak motif batik Segoro Amarta dalam lunching motif batik Segoro Amarta di PDIN, Kamis (22/5/2025). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja meluncurkan batik Segoro Amarta, produk karya beberapa pengrajin di Kota Jogja. Karya tersebut telah mengantongi hak kekayaan intelektual (HAKI) sehingga hanya dapat diproduksi oleh pengrajin Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan motif batik tersebut digagas oleh sekitar lima kelompok pembatik di Kota Jogja. Dia menuturkan untuk menjaga agar karya batik tersebut tidak digunakan oleh masyarakat di luar Kota Jogja, maka Pemkot Jogja telah mendaftarkan HAKI atas karya tersebut.
HAKI karya tersebut kini telah dipegang Pemkot Jogja, sehingga pengrajin batik yang bukan berasal dari Pemkot Jogja tidak dapat memproduksi batik tersebut. Hasto pun berharap agar batik tersebut dapat memberikan dampak meluas pada peningkatan perekonomian masyarakat Kota Jogja.

"Karya ini harus berdampak, sudah ada HAKI, cap sudah jadi," katanya di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) dalam launching Batik Segoro Amarto, pada Kamis (22/5/2025).
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, Tri Karyadi Riyanto Raharjo menyampaikan motif batik tersebut merepresentasikan nilai lokal Kota Jogja, antara lain keberadaan gunungan, tugu, dan lampu gaya Jogja. Unsur gambar tersebut menggambarkan Kota Jogja sebagai kota budaya dan pendidikan.
Tri menuturkan motif Segoro Amarta tersebut dirancang dengan menggabungkan desain batik dari lima kelompok pembatik di Kota Jogja. Diperlukan waktu sekitar 75 hari untuk menyatukan desain tersebut. Sebelum di produksi, karya tersebut pun telah dikurasi oleh enam kurator.
Tri menuturkan penggunakan motif batik tersebut akan diatur dalam regulasi yang akan dibentuk kemudian.
"Paling lambat [motif batik Segoro Amarta] digunakan awal tahun 2026, untuk siswa SD, SMP dan aparatur sipil negara (ASN) Kota Jogja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.