Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Salah satu peserta BPJS Kesehatan, Darwani, saat ditemui di RS Bethesda Jogja, kamis (22/5/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
JOGJA—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berkontribusi dalam penjaminan kesehatan di masyarakat. Dengan BPJS, berbagai riwayat penyakit telah dijamin dengan pelayanan yang optimal, salah satunya penyakit jantung.
Salah satu pasien jantung peserta BPJS Kesehatan, Darwani, mengaku selama ini sangat terbantu dengan BPJS Kesehatan. Perempuan 79 tahun ini rutin kontrol ke fasilitas kesehatan (faskes) rujukan Rumah Sakit (RS) Bethesda sebulan sekali.
Karena kondisi kesehatannya, Darwani harus menggunakan kursi roda untuk mobilitas. Untuk kontrol ke RS Bethesda setiap bulannya, Darwani biasa didampingi oleh putrinya. Ia menceritakan telah menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak awal kemunculan fasilitas ini, pada 2014 silam.
Menurutnya, BPJS Kesehatan sangat membantu dirinya dan keluarga dalam mengakses layanan kesehatan. Adapun alur yang harus ditempuh untuk mendapat layanan kesehatan juga sangat mudah.
BACA JUGA: Kasus DBD di Bantul Meningkat Tajam, Kapanewon Imogiri Jadi Wilayah Terbanyak Pasien
“Jadi alurnya ke faskes pertama dulu. Dari faskes pertama, saya diberikan rujukan. Untuk yang usia lanjut seperti saya perlu penanganan lanjut, jadi dirujuk untuk ke faskes selanjutnya. Saya biasanya ke Bethesda,” ujarnya saat ditemui di RS Bethesda, Kamis (22/5/2025).
Ia mengungkapkan selama ini berobat menggunakan BPJS Kesehatan tidak menemui kendala berarti. “Yang penting saat dilayani di sini [RS Bethesda] bisa terlayani dengan baik,” kata dia.
Dalam mengakses layanan kesehatan, ia juga menggunakan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut biasanya dipakai ketika akan mendaftar pada rumah sakit. Menurutnya dengan aplikasi ini juga lebih mempermudah proses pendaftaran.
Ia juga melihat selama ini menggunakan Aplikasi Mobile JKN tidak ada permasalahan teknis yang menghambat proses. “Selalu lancar, mudah digunakan. Tidak dipersulit. Pelayanannya juga sangat baik semuanya,” ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum