Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Penampilan sejumlah anak dalam gelaran SMI Day yang menampilkan beragam lagu anak dan daerah di TBY, Sabtu (24/5/2025) Dokumentasi Istimewa (email)
Harianjogja.com, JOGJA–Ratusan siswa tampil memakai baju adat berbagai daerah dalam gelaran Sekolah Musik Indonesia (SMI) Yogyakarta Day di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (24/5/2025).
Mengangkat tema Untaian Nada untuk Bangsa acara ini menjadi panggung kolaborasi siswa dan guru dalam mengenalkan kembali kekayaan lagu anak dan lagu daerah Indonesia yang mulai dilupakan generasi muda.
"Ini konser terbesar kami dalam setahun. Melalui SMI Day, kami ingin mengingatkan bahwa Indonesia punya banyak lagu anak dan lagu daerah yang indah dan beragam," kata PIC SMI Day, Tata Hanjaya.
Sekitar 100 siswa dari usia 4 hingga 24 tahun tampil dalam dua sesi konser. Sesi pertama menampilkan 17 lagu dengan format ansambel dan band, sementara sesi kedua menyajikan 10 lagu dengan format orkestra. Repertoar mencakup lagu-lagu seperti Naik-naik ke Puncak Gunung, Bintang Kecil, hingga lagu daerah seperti Yamko Rambe Yamko, Sibolongkong, dan lagu-lagu Jawa.
"Anak-anak sekarang cenderung minta lagu-lagu K-Pop atau Barat untuk diajarkan. Saat diberi lagu daerah, banyak yang tidak kenal. Ini yang ingin kami ubah lewat konser ini," kata Tata.
Tata menjelaskan bahwa konser ini bukan ujian, melainkan bentuk apresiasi atas proses belajar siswa di SMI. Selain musikalitas, anak-anak juga dilatih kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi melalui format grup seperti orkestra. Mereka juga tampil mengenakan baju adat sesuai tema lagu yang dibawakan.
“Belajar musik bukan hanya soal teori atau teknik, tapi juga membentuk perilaku baik, disiplin, dan kemampuan sosial,” tutup Tata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.