Gagal Menang Lawan Verona, Inter Milan Tetap Juara Liga Italia
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Barista menyajikan gelato dngan kopi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Seringkali sebagian orang berpendapat bahwa mengonsumsi makanan atau minuman dingin sejenis es khawatir berdampak pada daya tahan tubuh atau sakit.
Salah satu makanan jenis dessert dingin asal Italia yang kini sangat populer di Indonesia termasuk di Jogja, bernama gelato. Makanan ini sangat favorit dari usia anak balita hingga dewasa. Tentu sensasi rasanya pasti dingin seperti halnya es krim.
Meski demikian gelato tetap dinilai sehat dan cocok untuk dimakan seusai olah raga. Pasalnya diproduksi dengan bahan berkualitas, seperti dilakukan di My Gelato. "Karena targetnya keluarga, kemudian misal komunitas lari yang mengutamakan kesehatan. Maka kami membuat dengan kualitas sebaik mungkin. Agar orang kalau makan gelato bukannya berpikiran wah es ini bikin sakit, bukan, tetapi malah bikin sehat," kata Founder My Gelato Aditya Suryadinata.
BACA JUGA: Jogja Food Beverage Expo 2025 Resmi Dibuka, Sinergi dengan 3 Pameran Lain
Ia menambahkan karena menggunakan bahan berkualitas, sehingga ada jaminan untuk sehat. Oleh karena itu pada outlet terbaru miliknya banyak dikunjungi masyarakat seusai berolahraga.
"Kami menggunakan bahan alami 100 persen, tanpa pewarna, tanpa essence [tambahan aroma]. Misalnya Mulberry, kami gunakan buah asli, sehingga makan gelato di kami sama dengan minum jus buah. Selain itu memakai 100 persen susu asli, ini kan menarik, karena susu penting bagi anak dan saat ini ada program pemerintah biar enggak stunting, makan gelato bisa juga," ujarnya.
Saat ini ia memiliki tujuh outlet yang salah satunya baru dibuka pada Minggu (8/6/2025) di kawasan Jalan Kaliurang, Depok, Sleman. Total menyajikan 100 varian gelato. Khusus outlet terbaru ini berbeda dari yang lain, karena menyajikan showcase paling besar dengan mendisplay 48 varian.
Selain itu juga melakukan kolaborasi dengan Hoja Coffe yang menyajikan perpaduan antara gelato dengan kopi atau affogato. "Ini bukanya lebih lama dari jam 8 sampai 12 malam. Kalau yang di pusat kota, saat ini kebanyakan cutomernya turis karena titik di pusat turis. Karena banyak yag orang Jogja menanyakan mau beli gelato terkendala lokasi. Karena itu buka di tempat ini, semoga bisa menjawab kebutuhan," ujarnya.
Founder Hoja Coffe Renato Ramadhan menambahkan bar untuk layanan kopi pun menyesuaikan dengan konsep my gelato. Karena sasaran dari kalangan keluarga, komunitas olahraga, maka tentu harus menyesuaikan. Menurutnya kolaborasi dalam menghasilkan Affogato cukup diminati konsumen.
"Kami sepakat kolaborasi dengan gelato dan kopi supaya marketnya lebih luas. Karena kita di sini market mahasiswa harga kopi tentu juga lebih relevan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.