Pemda DIY Sambut Kepulangan 2 Paskibraka Nasional Usai Tugas Negara
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Peringatan Peristiwa Jogja Kembali sekaligus Hari Jadi Disbud DIY yang digelar di kompleks Dinas Kebudayaan DIY, pada Selasa (10/6/2025)./ Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY memperingati Peristiwa Jogja Kembali ke-76 tahun yang menandai sejarah ditariknya tentara Belanda pada 29 Juni 1949. Peringatan ini juga terjadi di bulan yang sama dengan peringatan Hari Jadi ke-28 Disbud DIY yang jatuh pada 5 Juni 2025.
Kepala Disbud DIY, Dian Lakhsmi Pratiwi, mengatakan Peristiwa Jogja Kembali ini dimaknai kembalinya kedaulatan negara, setelah melakukan serangan besar-besaran di Jogja pada 1 Maret 1949 yang dikuasai pasukan Belanda sejak akhir 1948. Peristiwa sejarah ini diperingati setiap tahun, untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan meningkatkan pemahaman sejarah. “Peringatan Jogja Kembali tidak semata kemenangan dalam perjuangan, tetapi ada upaya untuk selalu mengingatkan kesadaran kita bahwa upaya penguatan kedaulatan yang dimulai dari diri pribadi itu penting,” ujar Dian Lakhsmi Pratiwi, Selasa (10/6).
Penarikan pasukan Belanda kian krusial karena para pemimpin Republik Indonesia yang sebelumnya ditahan di Sumatra dapat kembali ke ibu kota negara saat itu, Jogja. Rangkaian peristiwa ini kemudian berujung pada Republik Indonesia mendapat pengakuan sebagai negara berdaulat pada akhir 1949.
Dian menuturkan masyarakat dapat memahami sekaligus mengambil makna dari nilai-nilai perjuangan melalui pengembalian kedaulatan. Ia berharap seluruh lapisan masyarakat terus mengenang dan menghidupkan semangat perjuangan pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. “Kebetulan masih dalam satu bulan dengan hari jadi Dinas Kebudayaan DIY, sehingga kemudian menjadi satu rangkaian peringatan. Kalau Peringatan Jogja Kembali ini ke-76 tahun, peringatan hari jadi Disbud ke-28 tahun,” jelasnya.
Sejarah didirikannya Disbud DIY sendiri dilatarbelakangi kesadaran untuk melestarikan, membina, dan mengembangkan kebudayaan. Hingga kini, mereka tetap mengupayakan pelestarian budaya sebagai bagian dari Keistimewaan DIY.
Seremoni Peringatan Jogja kembali dan Hari Jadi Dinas Kebudayaan DIY diselenggarakan bersamaan di pendopo Disbud DIY, pada Selasa pagi. Lagu-lagu perjuangan dinyanyikan dalam bentuk lagu dan tembang yang dibawakan band dan juga kelompok karawitan dari Dinas Kebudayaan DIY.
Selain itu, juga diadakan diskusi untuk merefleksikan kembali makna peristiwa Jogja Kembali. Disbud DIY turut meningkatkan pemahaman nilai-nilai sejarah secara internal dalam lingkup dinas.
Dian berharap dengan peringatan ini Dinas Kebudayaan DIY bisa memperbarui semangatnya dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan di Bumi Mataram. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Danantara DSI menargetkan platform tata kelola ekspor SDA mulai beroperasi 1 September 2026 dengan tiga komoditas senilai hampir US$70 miliar.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.