Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Ilustrasi sekolah rakyat. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Jogja dibuka pada pertengahan Juni 2025. Pada jenjang tersebut, SMP negeri di Kota Jogja mampu menampung ribuan siswa.
Kepala Bidang Pendidik Tenaga Kependidikan Data dan Sistem Informasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Mannarima menuturkan tahun ini SMP negeri di Kota Jogja membuka pendaftaran dengan daya tampung bagi 3.456 siswa. Daya tampung tersebut terbagi dalam 16 sekolah.
BACA JUGA: SPMB SMP Jogja 2025, Perhatikan 2 Langkah Ini Sebelum Mendaftar
Dia menuturkan penerimaan murid baru tahun ini akan terbagi dalam beberapa jalur. Jalur yang dibuka untuk SPMB jenjang SMP yaitu jalur domisili, afirmasi, mutasi orang tua/wali, dan prestasi.
Tahun ini kuota SPMB jenjang SMP berbeda-beda untuk setiap jalur. Untuk jalur domisili radius kuota paling banyak 10% dari seluruh daya tampung SMP, dan domisili daerah paling sedikit 40% dari seluruh daya tampung SMP.
“Pada SMPB ini tabel jarak untuk jalur domisili telah diperbarui sehingga lebih valid,” katanya, Sabtu (14/6/2025).
Dia mengaku pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kota Jogja untuk memvalidasi jarak Rukun Warga (RW) rumah siswa dengan sekolah yang dituju. Ketika ada kesamaan jarak, maka seleksi akan berdasarkan urutan pilihan sekolah atau aktivasi akun lebih awal.
Kemudian, kuota untuk jalur afirmasi keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial (KSJPS) paling banyak 15% dari seluruh daya tampung SMP, dan afirmasi penyandang disabilitas paling banyak 5% dari seluruh daya tampung SMP.
“Untuk peserta yang mendaftar jalur afirmasi KSJPS akan diterima semua. Karena berdasarkan data yang ada, daya tampung jalur tersebut lebih banyak daripada jumlah calon peserta didik yang tercatat dalam kepesertaan KSJPS,” katanya.
Selain itu, dalam SPMB jenjang SMP juga ada kuota untuk jalur mutasi orang tua/wali 5% dari seluruh daya tampung SMP.
Kemudian, ada pula kuota untuk jalur prestasi yang terdiri dari prestasi khusus paling banyak 5% dari seluruh daya tampung SMP, jalur prestasi umum paling banyak 10% dari seluruh daya tampung SMP, dan jalur prestasi akademik paling banyak 10% dari seluruh data tampung SMP.
Dia menambahkan saat seleksi masih berlangsung, calon siswa dapat mengubah pilihan sekolah sampai batas waktu yang ditentukan masing-masing jalur yang didaftar.
“Kami mengantisipasi soal salah pilih sekolah, padahal nilainya masih bisa bersaing kalau daftar di sekolah lain dengan jalur yang dipilih,” katanya.
Dia menuturkan bagi orang tua calon siswa yang memerlukan informasi terkait SPMB dapat menghubungi Disdikpora Kota Jogja atau datang ke Posko PPDB di Disdikpora Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.