Lebih dari 44 Ribu Anak dari Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
Foto ilustrasi driver ojek online. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Digitalisasi sedang dilakukan di berbagai sektor, salah satunya bisnis. Jogja menjadi salah satu kota yang mengalami pertumbuhan pesat berkaitan dengan platform digital untuk kepentingan bisnis.
Sektor pemerintahan di kota ini mampu menciptakan platform populer bernama Sibakul yang menjadi perantara para UMKM dan konsumen untuk bertransaksi. Di sektor swasta muncul sebuah platform transportasi dan transaksi online lokal bernama Jogjakita.
Platform ini tampil sebagai jenama lokal yang berani bersaing dengan platform transportasi online milik asing. Ada kenyataan bahwa platform lokal ini mampu bersaing, tercatat lebih dari 3.000 mahasiswa, ratusan pelaku UMKM, serta ribuan pengguna umum telah beralih ke Jogjakita. Menariknya bukan karena strategi diskon besar, tapi karena kesadaran untuk mendukung karya anak daerah dan memperkuat ekonomi lokal.
BACA JUGA: Ganti Domain, Threads.com Tawarkan Fitur-fitur Baru Saingi Platform Media Sosial "X"
"Maka kami menyebut inilah alasan bahwa Jogja bisa menjadi contoh kemandirian digital, bisa menjadi laboratorium nasional digital. Di sini, masyarakat tidak hanya bangga pada budaya dan sejarah, tapi juga memilih untuk berdaulat secara digital dengan pilihan lokalnya,” ujar Ibnu Sunanto Founder Jogjakita, Sabtu (28/6/2026).
Ia menilai gerakan masyarakat Jogja untuk menggunakan aplikasi lokal ini bukan hanya soal kenyamanan atau harga menjadi modal penting dalam pengembangan bisnis digital. Hal ini menjadi kolektif untuk menolak ketergantungan pada aplikasi yang tak berpihak pada ekonomi kerakyatan.
Jika transportasi bisa dikelola anak bangsa secara mandiri, menurutnya tidak seharusnya bergantung pada platform asing. Kota Jogja menjadi bukti dan kota lain diharapkan bisa mengikuti jejaknya.
BACA JUGA: Platform Sleman Digital, Diskominfo: Langkah Strategis Menuju Pelayanan Publik Terpadu
"Kami tidak mengambil potongan dari mitra pengemudi maupun UMKM, serta menjalankan program sosial program kilometer kebaikan dengan mengantar anak yatim ke sekolah secara gratis. Konsep ini memperlihatkan bahwa ekosistem digital bisa dibangun dengan nilai, bukan hanya angka, ujarnya.
Menurutnya fenomena ini mulai menarik perhatian aktivis digital, akademisi, dan pemerhati ekonomi kerakyatan dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa bahkan sudah menghubungi timnya untuk belajar dan merancang platform serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.