CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Seorang pengendara motor sedang melintas jalan depan Gunung Api Purba, Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (28/12/2024). - Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat hingga sekarang sudah ada 63 desa wisata di Bumi Handayani. Di musim liburan sekolah ini bisa menjadi destinasi alternatif selain tujuan wisata favorit ke pantai.
“Desa wisata ini bisa menjadi lokasi liburan alternatif saat musim liburan sekolah,” kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta kepada wartawan, Senin (30/6/2025).
BACA JUGA: Diduga Selingkuh, Dukuh di Ngawen Gunungkidul Dituntut Mundur
Dia menjelaskan, keberadaan desa wisata ini tersebar di seluruh penjuru Gunungkidul. Adapun yang ditawarkan mulai dari panorama keindahan alam hingga sarana edukasi untuk belajar tentang seni adat budaya maupun tradisi.
“Pengunjung pun bisa tinggal di homestay dan ikut berbaur dengan aktivitas warga di desa wisata,” katanya.
Menurut Supri, keberadaan desa wisata bisa menjadi alternatif. Pasalnya, selama ini kunjungan wisata lebih terfokus ke kawasan pantai.
“Tujuannya untuk pemerataan kunjungan. Jadi, upaya pengembangan desa wisata terus dilakukan,” katanya.
Ditambahkan dia, dari sisi potensi, keberadaan desa wisata tidak kalah menarik dari destinasi pantai. Supri mencontohkan, Desa Wisata Ngelanggeran yang digagas sejak 2013 lalu, telah diakui oleh dunia sebagai salah satu desa wisata terbaik.
Hal ini dibuktikan dengan adanya penghargaaan dari UNWTO beberapa tahun lalu. Selain itu, juga ada Desa Wisata Tepus yang mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Pariwisata.
“Pengembangan akan terus dilakukan. Sebab, dengan adanya kolaborasi yang baik, maka keberadaan desa wisata bisa lebih dikenal lagi sehingga kunjungan akan terus meningkat,” katanya.
Sub Kordinasi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan, sektor pariwisata di Gunungkidul tumbuh dengan bagus. Meski demikian, ia mengakui sebaran kunjungan wisata masih belum merata.
“Kunjungan masih didominasi di sektor selatan atau kawasan Pantai. Sedangkan sektor utara, masih kurang dan butuh peningkatan,” katanya.
Aris pun berkomitmen untuk menggeliatkan pariwisata di sektor utara. Ia tidak menampik, sejumlah destinasi sudah mulai berkembang seperti kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran hingga Embung Batara Sriten hingga Desa Wisata Bendung, Semin.
“Kalau dibandingkan dengan Pantai, kunjungan ke objek wisata di sektor utara masih kalah jauh,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa langkah untuk menggeliatkan sektor kepariwisataan di wilayah utara Gunungkidul. Selain terus menggalakkan promosi di destinasi yang sudah ada, juga dilakukan upaya pengembangan dengan konsep desa wisata yang didukung dengan potensi atraksi seni budaya.
“Kita dorong pengembangan desa wisata berkolaborasi dengan Pemerintah Kalurahan. Yang sudah berjalan di Desa Wisata Bendung, Semin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.