PSEL Jogja Masuk Tahap Baru, Pematangan Lahan Dimulai Agustus
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Warga menunjukkan hasil budi daya maggot, belum lama ini. - Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Kraton, Kota Jogja terus mendorong inovasi pengelolaan sampah dengan mengadakan pelatihan budi daya maggot yang melibatkan 20 warga. Kegiatan ini digelar sejak akhir Juni 2025.
Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan atas permasalahan sampah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, Sumargandi, menjelaskan maggot dapat diolah dan dipelihara untuk berbagai manfaat, salah satunya sebagai pakan ternak ayam dan burung. Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan visi Kemantren Kraton yang menekankan nilai kemandirian, kedisiplinan, kepedulian, dan kebersamaan dalam semangat Segara Amarta. “Pengelolaan sampah yang inovatif bukan hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi bagi warga,” ujar Sumargandi, belum lama ini.
BACA JUGA: Tol Prambanan-Klaten Dibuka, Dinas Parwisata DIY Menyiapkan Paket untuk Menarik Wisatawan
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, Kemantren Kraton membentuk grup WhatsApp khusus bagi para peserta pelatihan. Grup ini dimanfaatkan untuk mempermudah penyampaian informasi, koordinasi, serta berbagi pengalaman selama proses praktik pengelolaan maggot berlangsung.
Melihat antusiasme warga dan dampak positif program, Kemantren Kraton merencanakan pelatihan serupa pada bulan Juli ini. Sumargandi menambahkan, langkah konkret ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu yang mengubah limbah organik menjadi berkah yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami ingin pelatihan ini bisa memperluas pengetahuan warga, sehingga semakin banyak yang terlibat dalam pengelolaan sampah secara mandiri,” katanya.
Dengan inisiatif ini, Kemantren Kraton berkomitmen terus memberdayakan masyarakat dan mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkesinambungan. Pengolahan sampah ini juga diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah organik di wilayahnya. Sumargandi mengatakan, volume sampah organik di wilayahnya hampir 70%, jauh lebih banyak dari sampah anorganik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Minat investor Indonesia terhadap tokenisasi saham AS meningkat. SpaceX, Nvidia, Tesla, dan Apple menjadi instrumen favorit.
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Universitas Sanata Dharma (USD) akan menjadi tuan rumah World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026, kongres alumni Jesuit terbesar di dunia
Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen. Kuota telah terserap 96 persen hingga 21 Juli 2026.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.