DLH Bantul Sulap Sampah Jadi Kerajinan, Buka Peluang Ekonomi Warga
DLH Bantul menggelar pelatihan daur ulang sampah di BCE 2026 untuk mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Ilustrasi Posyandu – Antara/ Irwansyah Putra
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan penurunan lebih lanjut hingga angka stunting bisa mencapai 12 persen pada 2025.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengungkapkan salah satu strategi untuk mencapai target tersebut adalah dengan menjalankan program satu telur setetes madu yang diberikan secara cuma-cuma kepada balita guna menekan risiko stunting.
BACA JUGA: Penjelasan Kapolres Boyolali Terkait Temuan 4 Anak Dirantai dan Kelaparan di Andong
"Program satu telur setetes madu ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kapanewon Bambanglipuro yang juga memiliki balita yang jumlahnya lebih dari 50 balita yang mengalami stunting," ujarnya, Jumat (11/7).
Aris menjelaskan, konsumsi telur setengah matang yang dipadukan dengan setetes madu diyakini bermanfaat untuk mencegah stunting.
Menurutnya, orang dewasa juga bisa merasakan manfaatnya untuk meningkatkan stamina dan kesehatan sehingga mendukung usia harapan hidup yang lebih panjang.
"Saya dapat resep dari dokter agar tetap bugar maka sehari dibiasakan mengkonsumsi satu telur setengah matang ditambah madu ternyata bikin stamina meningkat," katanya.
Ia menambahkan, kebiasaan ini sudah ia terapkan sehari-hari meski sering memasak telur terlalu matang.
"Saya itu masak telur sendiri karena terkadang hanya tinggal sendirian di rumah sehingga telur yang dimasak justru matang karena terlalu lama masaknya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, angka prevalensi stunting di Kabupaten Bantul menunjukkan penurunan signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Tri Widiyantara menyebut, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, angka stunting di Bantul turun menjadi sekitar 15 persen, dari sebelumnya 20 persen pada 2023.
“Penurunannya sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya. Namun ini sebenarnya masih belum sesuai target. Harapan kami bisa lebih turun lagi, bahkan sampai ke angka 12 persen,” ujar Agus, Rabu (2/7) lalu.
Meski masih di atas target ideal, Dinkes Bantul terus melakukan berbagai langkah pencegahan, terutama dengan menyasar kelompok remaja putri sejak usia sekolah.
Agus menekankan pentingnya pencegahan anemia pada remaja sebagai langkah awal memutus rantai stunting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul menggelar pelatihan daur ulang sampah di BCE 2026 untuk mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick
Desa Sejahtera Astra Bugisan memiliki daya pikat tersendiri setelah berhasil mengembangkan potensi budaya dan wisatanya.
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya