Empat Korban KMP Putri Yasmin Belum Ditemukan
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Masjid Kotagede./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyatakan bakal mengembangkan Kotagede sebagai kawasan kota lama dengan kekhasan budaya dan religiusitas khas Jogja.
BACA JUGA: Sejarah Kotagede yang Kini Jadi Sentra Perak
"Saya yakin ke depan Kotagede menjadi destinasi utama Kota Jogja. Gol besarnya adalah (Kotagede) menjadi kota lamanya Jogja, tapi yang berbudaya Yogya asli," ujar Wawan Harmawan dalam keterangannya, di Jogja, Senin (14/7/2025).
Di berbagai daerah, menurut dia, tidak sedikit wilayah yang disebut sebagai "kota lama", namun hanya mengedepankan sisa-sisa arsitektur masa kolonial.
Kotagede, kata Wawan, memiliki potensi lebih karena menyimpan elemen budaya lokal yang kuat dan masih hidup di tengah masyarakat.
"Beda kalau di tempat lain kelihatan lamanya zaman Belanda. Kalau kita ingin mengemas budaya lokalnya kemudian religinya," ujar Wawan.
Menurut Wawan, upaya menjadikan Kotagede sebagai kota lama akan dilakukan dengan pendekatan "bottom-up", yaitu melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk peduli dengan keberadaan kawasan yang selama ini dikenal sebagai sentra kerajinan perak itu.
"Dimulai dari menggugah kesadaran untuk peduli dan mempunyai kesadaran bahwa Kotagede memiliki potensi dan bisa dikembangkan lebih baik. Kekhasan Kotagede harus dilestarikan ada budaya, kesenian apalagi ada kerajinan perak dan kuliner," kata dia.
Pemkot Jogja melalui dinas-dinas terkait, ujar Wawan, bakal intens mendampingi dan berdiskusi dengan para pemangku di Kotagede.
Sementara itu, anggota Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya Kotagede Miftachul Alfin menilai banyak potensi yang membuat Kotagede layak menjadi kota lama atau kota lawas.
Potensi itu mulai dari fisik bangunan dan tata ruang masih mempertahankan seperti catur gatra dan rumah-rumah tradisional sampai perilaku masyarakat sederhana dengan suasana kampung.
Namun diakui Miftachul, sebagian fasad rumah sudah berubah, sehingga diharapkan dukungan pemerintah dalam penataan di Jalan Kemasan dan Mondorakan sebagai pintu masuk Kotagede agar lebih terasa suasana kota lama.
Di samping itu, ia menyebut potensi kerajinan perak yang masih tradisional mendukung untuk Kotagede sebagai kota lama atau kota lawasnya Jogja.
"Apalagi memang Jogja ada karena Kotagede. Cikal bakal Jogja adalah Kotagede," ujar Miftachul Alfin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.