Viral Lokasi Koperasi Sianok Disebut Terisolir, Ini Faktanya
Dandim Agam bantah isu Kopdes Merah Putih di Sianok terisolir. Lokasi strategis di kawasan wisata dan mudah diakses warga.
Mahasiswa AKS /AKK memamerkan karya desain masing-masing pada fashion show bertajuk Indonesian Mythology di Ambarrukmo Plaza, Selasa (15/7/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa Desain Busana dituntut untuk mampu menghasilkan karya fesyen yang setara dengan dunia industri. Karya tersebut selanjutnya dipamerkan lewat fashion show yang dilihat oleh publik.
Sebanyak 32 mahasiswa Prodi Desain Busana AKS /AKK memamerkan karya desain masing-masing pada fashion show bertajuk Indonesian Mythology di Ambarrukmo Plaza, Selasa (14/7/2025). Menariknya karya desain ini berbasis cerita mitos, kearifan lokal yang kemudian diubah menjadi fesyen. Karya desain itu dipamerkan oleh para model di atas runway dan mendapatkan sambutan hangat dan tepuk tangan dari penonton.
Direktur AKS/AKK Jogja Prihatin Saraswati menjelaskan fashion show ini merupakan kegiatan rutin dan wajib bagi mahasiswanya ketika memasuki semester 6. Mahasiswa harus menciptakan karya fesyen murni kemudian ditampilkan dalam perhelatan fashion show di hadapan publik.
Para mahasiswa didampingi oleh pembimbing profesional sehingga mampu melahirkan produk layaknya dunia industri yang menarik dan berkualitas sesuai kebutuhan. "Kebetulan temanya Indonesian Mythology. Di Indonesia ini kan banyak sekali mitos, kearifan lokal. Bagaimana kearifan lokal ini diangkat, menjadi inspirasi bagi mahasiswa menjadi karya fesyen," katanya, Selasa.
Ia menambahkan pameran karya di hadapan publik ini menjadi bagian dari diseminasi dengan harapan industri tertarik dan bisa berkolaborasi untuk mengerjakan suatu proyek fesyen. Selain itu melatih mahasiswa untuk terjun langsung sebagai perancang busana. Adapun fashion show sengaja digelar di pusat perbelanjaan dengan harapan lebih banyak bisa diakses masyarakat dan memotivasi mahasiswa dalam menyajikan karya terbaiknya.
"Kami selalu mendorong mahasiswa untuk ikut show, bahkan sejak awal mahasiswa harus mempublikasikan karyanya di medsos masing-masing dan wajib ikut lomba bidang fesyen. Banyak yang menang lomba, bahkan ada yang berhasil lolos karyanya untuk mengikuti Jogja Fashion Week," katanya.
Dosen Prodi Desain Busana Hari Agung Wicaksono membebaskan kepada mahasiswa untuk menyampaikan idenya lewat fesyen dan tidak dibatasi bahwa karya harus berbentuk batik maupun tenun. Akan tetapi prinsipnya, sejalan dengan Indonesian Mythology. Oleh karena itu setiap mahasiswa harus melakukan riset kecil untuk mendapatkan data terkait mitos yang akan diangkat.
Ia menyadari bahwa mahasiswa harus melalui proses panjang sampah menghasilkan karya fesyen yang sejalan dengan tema. Namun seluruhnya mampu mengerjakan dengan baik dan karya fesyennya tampil menarik di hadapan penonton Indonesian Mythology.
"Jadi yang diangkat itu mitosnya apa, misalnya mahasiswa mengangkat mitos tentang timun mas. Mereka harus menggali ceritanya, emenmukan motif, makna. Mereka harus benar-benar membaca tentang mitos itu lalu menterjemahkan dalam mind mapping untuk menjabarkan idenya, sampai membuat story telling hingga membuat produknya [karya fesyen]," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dandim Agam bantah isu Kopdes Merah Putih di Sianok terisolir. Lokasi strategis di kawasan wisata dan mudah diakses warga.
Witan Sulaeman resmi perpanjang kontrak 3 tahun di Persija Jakarta. Siap tampil maksimal di bawah pelatih Shin Tae-yong.
Harga iPhone Juli 2026 di iBox turun, terutama iPhone 16e. Simak daftar lengkap harga terbaru dan seri baru iPhone 17e.
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.
Event trail run makin marak di Jateng. Muria Trail Run 2026 ditargetkan 500 peserta dan dorong sport tourism serta ekonomi lokal.
Haedar Nashir menegaskan pendidikan bukan alat kekuasaan atau ekonomi. Ia dorong reorientasi kebijakan demi masa depan bangsa.