38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah lurah di Gunungkidul tidak ingin gegabah mengakses permodalan ke perbankan untuk mengidupkan Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini dilakukan sebagai upaya kepastian agar tidak ada kegagalan angsuran saat peminjaman dilakukan.
Lurah Pacarejo, Semanu, Suhadi mengatakan, Koperasi Desa Merah Putih di tempatnya sudah dibentuk lengkap dengan akta pendirian. Tindaklanjut dari pembentukan akan dilakukan rapat pengurus untuk rencana pengoperasian.
“Tidak boleh langsung jalan karena harus didukung dengan business plan yang matang sehingga dapat beroperasi dengan maksimal,” katanya saat dihubungi, Selasa (22/7/2025).
Oleh karena itu, pihaknya juga tidak keburu untuk mengakses permodalan yang ditawarkan perbankan dengan plafon mencapai Rp5 miliar. Kehati-hatian sangat dibutuhkan karena pelaksanaan tidak sebatas menarik pinjaman, tapi juga kewajiban mengangsur untuk mengembalikan.
“Jadi tidak boleh asal pinjam. Harus dikaji dengan matang karena orientasinya harus berkelanjutan sehingga harus berpikir jangka panjang. Bukan sekadar mengejar viral,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Girimulyo, Panggang, Sunu Raharjo. Menurut dia, Koperasi Desa Merah Putih baru sebatas pembentukan pengurus dan kelembagaan.
“Untuk keanggotaan sudah ditarik iuran awal Rp50.000 dan bulanan Rp5.000,” katanya.
Rencananya koperasi ini akan menaungi kegiatan seperti perdagangan eceran makanan dan minuman atau opsi mendirikan apotek desa. Meski demikian, untuk pengoperasian, para pengurus juga akan melakukan studi banding ke kalurahan yang telah mengoperasikan.
“Kami juga masih menunggu pendampingan dari pemkab,” katanya.
Disinggung mengenai pinjaman ke bank untuk modal, Sunu mengakui menerapkan prinsip kehati-hatian. Kepastian masih menunggu rapat pengurus dan melakukan kajian terkait dengan kebijakan yang akan diambil.
“Kami pelan-pelan. Mau rapat dulu dengan pengurus. Bagaimana modalnya, lokasi usaha Dimana dan siapa tenaganya. Untuk pinjam ke bank, kami juga harus hati-hati karena tetap harus mengembalikan dengan model angsuran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.