MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Bupati Harda dalam talkshow yang ditayangkan di SlemanTV, Kamis (17/6/2025) kemarin.
SLEMAN – Kalurahan di Kabupaten Sleman dinilai sebagai ujung tombak untuk mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh.
Dalam talkshow Serawung Sleman, Bupati Harda Kiswaya menegaskan komitmennya menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.
“Kita harus sinergi. Bupati tidak bisa hidup sendiri, begitu pun Dewan. Semua perbedaan harus dikesampingkan demi rakyat,” ujar Bupati Harda dalam talkshow yang ditayangkan di SlemanTV, Kamis (17/6/2025) kemarin.
Talkshow juga dihadiri Ketua Komisi C DPRD Sleman Bambang Sigit Sulaksono, Sekretaris Komisi C Untung Basuki Rahmat, serta Lurah Triharjo, Irawan.
Bupati menekankan pentingnya sarana dan prasarana penunjang pertanian seperti jalan usaha tani, irigasi, alat pertanian, hingga pupuk yang mudah diakses. Selain itu, strategi pertanian juga harus berbasis potensi wilayah.
“Kita perlu kajian telahan tanah agar cocok tanamnya pas. Ini tugas Dinas Pertanian,” katanya.
Komitmen Pemkab Sleman juga didukung DPRD. Ketua Komisi C DPRD Sleman, F. Bambang Sigit Sulaksono menyatakan bahwa penganggaran tahun 2025 akan difokuskan pada program ketahanan pangan.
“Saluran irigasi jadi prioritas. DPRD bersama Pak Bupati sepakat semua program harus pro-rakyat,” ujarnya.
Namun, tantangan tak berhenti di infrastruktur. Alih fungsi lahan menjadi perhatian serius. “Sleman ini daerah yang seksi, banyak sawah berubah jadi bangunan. Maka legislasi penting untuk mengatur agar sawah tetap lestari,” tambah Bambang.
Ketahanan pangan tak bisa dilepaskan dari peran generasi muda. Sayangnya, jumlah petani milenial masih rendah. Bupati Harda mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menarik minat anak muda.
“Pertanian harus dikenalkan lewat strategi yang menyentuh dunia remaja, tapi juga menjamin pendidikan mereka tetap jalan,” katanya.
Ia menyebut Pemkab siap membantu pembiayaan pendidikan S1 anak-anak muda dari keluarga kurang mampu.
Dari sisi kebijakan desa, Lurah Triharjo Irawan menyebutkan bahwa 20 persen Dana Desa sudah wajib dialokasikan untuk ketahanan pangan.
Namun realisasinya tidak bisa berjalan optimal tanpa sinergi dengan lembaga desa seperti BUMKal, KWT, hingga kelompok tani. Irawan juga menekankan perlunya pendekatan yang inovatif bagi petani muda.
“Kalau tidak punya lahan bisa urban farming. Kita ubah mindset. Pertanian harus dikelola layaknya industri: modern dan menarik bagi kawula muda,” katanya.
Sedangkan, Sekretaris Komisi C DPRD Sleman, Untung Basuki Rahmat menyoroti perlunya perubahan dalam pembinaan kelompok tani.
“Sudah banyak kelompok yang tidak aktif, bahkan ketuanya sudah meninggal. Dinas harus bergerak cepat. Kalau perlu bentuk gapoktan di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan sistem demplot berbasis tanah kas desa agar petani milenial bisa terlibat langsung.
“Satu kelurahan satu miliar. Kita sewa tanah kas desa, libatkan petani muda, tanam sayur, padi, atau apa pun yang bisa dimakan. Pemerintah harus beri contoh nyata, bukan sekadar bicara, ujar Untung.
Dalam sesi tanya-jawab, warga bernama Ambon dari Kalurahan Triharjo menyampaikan keinginan membina anak-anak muda melalui program peternakan. Ia mempertanyakan mekanisme akses bantuan.
Bambang Sigit menjawab bahwa bantuan bisa diajukan lewat anggota Dewan atau OPD, dengan syarat membentuk kelompok resmi yang disahkan kelurahan. “Untuk peternakan atau perikanan, 40 juta itu cukup untuk tahap awal,” jelasnya.
Lurah Irawan menambahkan bahwa selain bantuan barang, program edukasi dan pelatihan juga disiapkan. “Kalau hanya dapat bibit tapi nggak ngerti cara merawatnya, ya sama saja. Ilmu itu penting,” katanya.
Bupati Harda menutup acara dengan menegaskan komitmennya menjadikan kalurahan sebagai mitra utama pembangunan. “Kalurahan bukan hanya ujung tombak ketahanan pangan, tapi ujung keberhasilan pembangunan Kabupaten Sleman. Itu komitmen saya,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.