Omzet IKM Kota Jogja Tembus Rp4.018 Triliun, Serap 40.905 Pekerja
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Ilustrasi uang rupiah - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Kabupaten Sleman baru mencapai Rp182,92 miliar hingga Agustus 2026. Capaian tersebut baru 45,73% dari target penerimaan BPHTB Sleman tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp400 miliar.
Capaian tersebut menjadi perhatian Komisi B DPRD Sleman. Anggota Komisi B DPRD Sleman, Wiratno, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sleman untuk mendorong peningkatan penerimaan BPHTB.
Salah satu langkah yang didorong yakni memfasilitasi masyarakat yang hendak mendaftarkan sertifikat tanah baru. Menurut Wiratno, semakin banyak masyarakat yang mendaftarkan sertifikat tanah baru berpotensi meningkatkan penerimaan BPHTB.
"Kami minta agar pendaftaran baru untuk sertifikat tanah mendapatkan fasilitasi dari BPN agar semakin banyak orang mendaftarkan sertifikat baru," kata Wiratno kepada Harianjogja.com, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan data capaian pendapatan daerah, penerimaan BPHTB Sleman berasal dari dua komponen, yakni pemindahan hak dan pemberian hak baru.
Realisasi penerimaan dari pemindahan hak mencapai Rp170,99 miliar atau 68,40% dari target Rp250 miliar. Sementara itu, penerimaan dari pemberian hak baru baru mencapai Rp11,93 miliar atau 7,95% dari target Rp150 miliar.
Wiratno mengatakan BPN telah memberikan dukungan terhadap upaya meningkatkan penerimaan BPHTB. Salah satunya melalui fasilitasi bagi masyarakat yang akan mendaftarkan sertifikat tanah baru.
Ia menilai penerimaan BPHTB masih memiliki peluang meningkat menjelang penghujung tahun. Pembayaran BPHTB antara lain berkaitan dengan peralihan hak atas tanah, termasuk waris dan hibah.
"Biasanya BPHTB itu meningkat signifikan di akhir tahun," ujarnya.
Dengan potensi kenaikan penerimaan pada akhir tahun tersebut, Wiratno berharap realisasi BPHTB dapat terus meningkat hingga mencapai target Rp400 miliar.
Di sisi lain, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Widodo, sebelumnya menyampaikan bahwa Pemkab Sleman memasang target kenaikan penerimaan pajak daerah yang cukup agresif pada 2026.
Target penerimaan pajak daerah tersebut ditetapkan mencapai Rp1,3 triliun. Jumlah itu meningkat Rp200 miliar dibandingkan target pada tahun anggaran sebelumnya.
Untuk mengejar target tersebut, Pemkab Sleman melalui BKAD meluncurkan sistem pembayaran pajak daerah terintegrasi yang bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI pada Juni 2026.
Sinergi tersebut menjadi upaya akselerasi interkoneksi keuangan syariah terbesar nasional untuk mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Sistem tersebut ditujukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi secara real-time.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Petani di Saptosari, Gunungkidul, resah karena kawanan monyet ekor panjang merusak tanaman saat musim tanam baru dimulai.
Bantul terpilih mewakili Indonesia sebagai nominator UNESCO Creative Cities Network 2027 bidang kerajinan dan seni rakyat.
Dinkes Kulonprogo mencatat pemenuhan nakes di Puskesmas baru 53,02%. DPRD mendorong pemerataan tenaga kesehatan dan psikolog klinis.
BPS mencatat 147,99 juta penduduk bekerja pada Agustus 2026. Pertanian menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dengan 41,73 juta orang.
Kemenhub menyiapkan PPNS dan sistem ETLE HUB untuk menindak truk ODOL, termasuk pengemudi, perusahaan, pemilik kendaraan, dan barang.