Angin Duduk Bisa Picu Serangan Jantung, Yuk Kenali Tandanya
Angin duduk atau angina pektoris bisa jadi tanda gangguan jantung serius. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya memberi pengarahan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk panewu. Menariknya, seluruh pejabat yang hadir dalam pengarahan di Pendapa Parasamya Sleman, Kamis (24/7/2025) sore. Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberi pengarahan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk panewu. Menariknya, seluruh pejabat yang hadir dalam pengarahan di Pendapa Parasamya Sleman, Kamis (24/7/2025) sore, ditemani oleh istri dan suami masing-masing.
Ini pertama kali di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, ada pengarahan langsung oleh bupati dan wakil bupati kepada seluruh kepala OPD dan panewu dengan mengundang para istri dan suami.
Acara santai, akrab, penuh canda gurau dengan suguhan aneka hidangan itu digelar untuk menyamakan visi dan misi demi pembangunan Kabupaten Sleman yang lebih baik.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan, pertemuan kali ini diadakan sebagai sarana sambung rasa sekaligus pengarahan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap pejabat.
"Seluruh pejabat Eselon II saya harapkan bisa menerjemahkan tugas dan tanggung jawab. Semua kebijakan pemerintah daerah harus jalan," tegas Harda Kiswaya.
Ia mengaku sengaja mengundang istri dan suami para kepala OPD untuk ikut pengarahan supaya memahami dan mendukung program-program yang harus dilaksanakan oleh pejabat Eselon II.
"Mumpung ada istri dan suami para kepala OPD di sini, sekalian saya sampaikan komitmen kami untuk tegas menindak perilaku tidak baik di kantor yang berpotensi mengganggu keharmonisan rumah tangga setiap ASN, khususnya yang berlabel Pimpinan Tinggi Pratama," cetus Bupati Sleman.
Lebih lanjut, Harda Kiswaya juga mengingatkan kepada seluruh pejabat di Pemkab Sleman untuk memahami peraturan perundang-undangan serta tidak melakukan penyelewengan.
"Era saya dan Mas Danang (Maharsa) menjamin kesejahteraan teman-teman ASN. Kami tingkatkan TPP (tambahan penghasilan pegawai). Saya dan Mas Danang nggak dapat TPP, tapi amal jariyah," imbuhnya disambut tawa para kepala OPD.
Tak lupa, ia berpesan kepada seluruh kepala OPD agar tidak terlalu pelit kepada bawahan, membiasakan pulang kerja setelah pekerjaan selesai, dan mampu menyelesaikan setiap masalah.
"Semua kepala OPD jarus berani mengambil keputusan. Kalau ada yang macam-macam, saya tidak segan untuk menindak. Bagi saya, kualitas adalah nomor satu," terang Bupati Sleman.
Untuk Asisten Sekretaris Daerah, Harda Kiswaya berpesan supaya benar-benar berperan. Demikian pula Sekretaris Daerah, ujarnya, harus betul-betul bisa mengayomi dan menjadi teladan.
Pada kesempatan sama, Wakil Bupati Danang Maharsa meminta kepada seluruh pejabat untuk menghilangkan rasa ewuh pakewuh, terutama karena rivalitas di pemilihan kepala daerah 2024 lalu.
"Sekarang, prinsipnya adalah kebersamaan. Mari membentuk tim solid yang siap kapan pun, di mana pun, dan dengan siapa pun harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab," kata Danang diamini Bupati Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angin duduk atau angina pektoris bisa jadi tanda gangguan jantung serius. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.
UGM temukan anomali bawah tanah di lokasi api misterius Sleman. Diduga terkait gas dan rekahan geologi.
GAC mulai produksi AirCab, pesawat listrik tanpa pilot seharga Rp4,5 miliar. Disiapkan untuk wisata udara premium.