Krisis Air di Rongkop, Warga Kemesu Beli Air Rp120.000 per Tangki
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Proses pencarian terhadap seorang pengunjung di Pantai Siung yang dinyatakan hilang dan hingga sekarang masih dalam pencarian. Minggu (27/7/2025)/ Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pengunjung perempuan di Pantai Siung di Kalurahan Purwodadi, Tepus bernama Azka Nurfadillah dinyatakan hilang, Sabtu (26/7/2025) siang. Hingga sekarang, tim gabungan masih mencari keberadaan pengunjung bersangkutan.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko mengatakan, informasi pengunjung hilang atas nama Azka Nurfadillah asal Jakarta dilaporkan pada Minggu (27/7/2025) siang. Hal ini tak lepas adanya keluhan dari penyewa tenda yang membongkar karena masa sewa sudah habi dan bersangkutan juga tidak diketahui keberadaannya.
Adanya laporan ini, kata dia, pihaknya langsung melakukan penelusuran. Diketahui Azka diketahui datang sendirian ke Pantai Siung, Kamis (24/7/2025) dan menyewa sebuah tenda untuk menginap.
“Yang bersangkutan juga sempat bertanya kepada petugas SAR tentang jalur ke Watu Togok yang berada di sisi timur Pantai Siung, tapi dilarang menuju ke sana karena berbahaya,” katanya, Minggu.
Meski demikian, imbauan ini tidak dihiraukan karena nelayan melihatnya di area Watu Togok. Tim SAR pun mendatangi bersangkutan dan mengajak kembali ke Pantai Siung.
“Pada Sabtu dini hari, tim SAR masih melihat Azka. Tapi, pada pagi harinya sudah tidak terlihat lagi hingga dilakukan pembongkaran tenda,” katanya.
Berdasarkan laporan dari petugas parkir di Pantai Siung diketahi ada sepeda motor Honda Vario 160 yang terparkir hingga Minggu siang. Hasil koordinasi dengan pihak Polsek Tepus diketahui kendaraan tersebut dibawa oleh Azka, pengunjung perempuan yang dinyatakan hilang.
BACA JUGA: Satu Wisatawan Terluka di Pantai Siung
“Didalamnya ada STNK, ponsel dan SIM atas nama bersangkutan karena ada tas dan kunci kontak motornya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap keberadaan Azka. Upaya mencari tidak hanya dengan menyisir di sepanjang pantai, tapi juga memanfaatkan drone guna memantau dari atas.
“Belum ketemu dan proses pencarian masih berlangsung,” kata Sunu.
Salah seorang saksi, Joko mengatakan, pasca-melihat Azka berada di Watu Togok sudah ada upaya mengawasinya. Hal ini telihat saat petugas memantau keberadaannya di tenda saat Sabtu dini hari.
“Tapi pada siangnya, yang bersangkutan sudah tidak terlihat lagi dan hingga sekarang belum ditemukan,” katanya.
Ia berharap keberadaan pengunjung ini bisa segera ditemukan agar teka-teki tentang bersangkutan dapat diketahui bersama. “Masih dicari dan mudah-mudahan bisa ditemukan bagaimana pun kondisinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Basarnas Makassar menemukan lima korban KM Nurul Salsa dalam kondisi selamat di perairan Selayar. Sebanyak 20 penumpang masih dalam pencarian.
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.