SBY Kenang Guruh Soekarnoputra dan Mahakarya Seni yang Ditinggalkan
SBY mengenang Guruh Soekarnoputra melalui pameran lukisan dan perbincangan di Istana serta menyoroti sumbangsihnya bagi seni dan Indonesia.
Suasana Gerbang Tol Prambanan mulai dioperasikan Rabu (2/6/2025). - Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY dan pemerintah kabupaten kota di provinisi ini diminta untuk mengantisipasi risiko overtourism atau lonjakan wisatawan menyusul kemudahan akses baru wisatawan setelah dibukanya jalur tol Prambanan-Klaten.
"Karena kalau itu tidak ditata dengan baik, yang terjadi nanti akan jadi 'overtourism'," ujar ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa.
Menurut Bobby, fenomena overtourism atau lonjakan wisatawan melampaui kapasitas perlu diantisipasi bersama oleh pemerintah daerah dan pelaku pariwisata, terlebih jika tidak disertai dampak ekonomi yang signifikan.
Dia menyebut salah satu dampak yang patut diwaspadai adalah tingginya arus wisatawan tanpa diiringi pengeluaran atau belanja yang sepadan, sebagaimana pernah menjadi perhatian Bank Indonesia (BI).
"Apa yang dikeluhkan Bank Indonesia? Traffic-nya Yogya tinggi, tetapi 'spending'-nya rendah, itu juga akan terjadi. Karena mereka hanya menelusuri jalan, tapi tidak ada 'spending'," ucapnya.
BACA JUGA: Pembangunan JJLS Kelok 23 Parangtritis-Girijati Capai 85,33 Persen
Konektivitas tol, lanjut Bobby, memang membuka peluang kunjungan yang lebih besar, terutama dari daerah-daerah dalam radius enam jam perjalanan darat. Namun jika tidak ditopang penguatan daya tarik dan kualitas produk wisata, wisatawan memungkinkan sekadar menjadikan Yogyakarta sebagai tempat singgah.
"Kalau tidak ada daya tarik yang kuat, ya mereka tidak akan tinggal di sini, tetap cukup singgah saja. Ini yang harusnya dipahami oleh seluruh stakeholder, termasuk pemdanya," ujarnya.
Selain itu, Bobby juga menyoroti potensi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta tetapi memilih menginap di kota lain seperti Solo, Jawa Tengah, yang memiliki tarif akomodasi lebih terjangkau.
"Sekarang dari Solo ke Yogyakarta 30 menit. Itu menjadi satu potensi risiko buat kita, berwisata ke Yogyakarta tetapi menginapnya ke Solo," katanya.
Untuk itu, menyusul telah dibukanya Tol Prambanan-Klaten, Bobby berharap strategi penataan kepariwisataan ke depan melibatkan kolaborasi semua pihak, termasuk antarwilayah.
Ia mengusulkan adanya sinergi antara DIY dan Jawa Tengah, mengingat keduanya merupakan kawasan penyangga Borobudur sebagai destinasi super prioritas.
"Perlunya sebenarnya bagaimana dua pemerintah daerah, baik Jawa Tengah dan Yogyakarta bertemu untuk menata potensi, sehingga yang terjadi saling melengkapi, saling menguatkan, bukan berkompetisi," tutur Bobby.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Juli 2025, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke DIY sejak Januari hingga Mei 2025 tercatat 2.958.929 orang, atau turun 130.926 dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara wisatawan mancanegara mencapai 77.338 orang.
Jalan tol Solo-Yogyakarta segmen Klaten-Prambanan resmi beroperasi per 2 Juli 2025 sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Selain mempermudah akses transportasi, keberadaan tol sepanjang 8,6 kilometer itu disebut mampu memangkas waktu tempuh Semarang-Yogyakarta lebih dari dua jam dibandingkan melalui jalan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
SBY mengenang Guruh Soekarnoputra melalui pameran lukisan dan perbincangan di Istana serta menyoroti sumbangsihnya bagi seni dan Indonesia.
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.
Revitalisasi 71.744 sekolah ditargetkan pada 2027 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, rusak berat, dan daerah 3T.