Pemain Berdarah Indonesia Ini Turut Bawa Aston Villa Juara Liga Europa
Aston Villa juara Liga Europa setelah kalahkan Freiburg 3-0. Bek berdarah Indonesia, Ian Maatsen, turut merayakan gelar juara bersama skuad asuhan Unai Emery.
Erwan Hendarwanto resmi bergabung kembali di PSIM Jogja./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA-PSIM Jogja segera menggelar seleksi lanjutan tertutup untuk tim Elite Pro Academy (EPA). Agenda seleksi ini mencakup tiga kelompok usia, yaitu U16, U18, dan U20.
Proses seleksi akan dilaksanakan secara intensif selama sepekan ke depan. Kegiatan ini akan dipusatkan di Stadion Mandala Krida, Jogja, mulai Senin (11/8/2025) pagi.
BACA SAJA: Jumlah Orang yang Terkena Ubur-Ubur
Direktur Teknik EPA PSIM Jogja, Erwan Hendarwanto, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan kelanjutan dari proses pemantauan bakat. Sebelumnya, tim pemandu bakat telah melakukan scouting tertutup selama sebulan di ajang Piala Soeratin di Jogja dan kompetisi lokal lainnya, seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Liga 4 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Kita sudah koordinasi tadi malam, Sabtu (9/8). Tim kepelatihan EPA nanti yang akan bertanggung jawab dalam proses seleksinya,” ujar Erwan.
Seleksi akan dimulai dengan latihan singkat yang diikuti dengan gim internal. “Selama seminggu ini, kita beri kesempatan untuk semua pemain untuk mengeluarkan semua kemampuannya. Dari fisik, teknik, taktik, sampai visi bermainnya,” tambah asisten pelatih tim senior PSIM Jogja tersebut.
Secara rinci, pembagian waktu seleksi akan dilakukan sesuai dengan kelompok usia. Untuk U16 pukul 07.00-08.30 WIB. Setelahnya, seleksi U18 akan dilaksanakan pukul 09.00-10.30 WIB. Sementara U20 akan dijalankan setelahnya sampai pukul 12.00 WIB.
Kriteria Pemain EPA Harus Sesuai Gaya Bermain Tim Senior
Total peserta yang mengikuti seleksi di tiap kelompok usia mencapai sekitar 70 pemain. Mereka adalah talenta-talenta terbaik yang terjaring dari berbagai kompetisi di wilayah DIY dan sekitarnya.
Erwan Hendarwanto menekankan bahwa kriteria utama yang dicari adalah pemain yang mampu beradaptasi dengan filosofi permainan tim senior. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesinambungan gaya bermain dari level akademi hingga tim utama.
“EPA ini sebenarnya menjadi basis pembibitan PSIM ke depannya, di mana kita harapkan mempunyai kesamaan gaya bermain dengan tim senior,” ujar Erwan.
Pada akhir pekan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memilih 30 pemain terbaik di setiap kelompok usia. Seleksi final kemudian akan digelar untuk menyaring kembali menjadi 20 pemain inti per kelompok usia.
“Dari manajemen, final EPA diambil 20 peserta tiap kelompok usia, tapi kalau ada potensi yang cukup bagus, kita bisa ambil lebih,” pungkas pelatih kelahiran Magelang ini.
Lebih lanjut, Erwan akan memimpin seleksi EPA PSIM Jogja dengan dibantu tiga pelatih andalan: Andika Pratama (U20), Giovanni Akbar (U18), dan Dimas Priambodo (U16).
Melalui EPA, PSIM Jogja berharap dapat membangun regenerasi yang kuat dan berkesinambungan. Program ini menjadi fondasi utama pembinaan pemain muda sekaligus menjawab kebutuhan tim senior ke depannya.
**Lampiran
Susunan Tim Kepelatihan EPA PSIM Jogja
Direktur Teknik: Erwan Hendarwanto
U20
Pelatih kepala: Andika Pratama
Asisten pelatih: Tony Yuliandri
U18
Pelatih kepala: Giovani Akbar
Asisten pelatih: Hendika Arga
U16
Pelatih kepala: Dimas Priambodo
Asisten pelatih: Pratama Gilang
Koordinator Kiper: Ony Kurniawan
Koordinator Fisik: Yosi Kurniawan, Tegar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aston Villa juara Liga Europa setelah kalahkan Freiburg 3-0. Bek berdarah Indonesia, Ian Maatsen, turut merayakan gelar juara bersama skuad asuhan Unai Emery.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.