Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah korban tersengat ubur-ubur di pantai di Gunungkidul terus bertambah. Hingga Minggu (10/8/2025) sudah ada 43 pengunjung tersengat hewan yang dikenal warga lokal dengan sebutan inpes.
Jumlah sebaran pengunjung yang tersengat di antaranya di Pantai Kukup dan Pantai Sepanjang masing-masing 16 orang. Sedangkan sisanya sebanyak lima orang tersengat saat bermain air di Pantai Drini dan di Pantai Krakal ada laporan enam pengunjung yang menjadi korban.
BACA JUGA: Belasan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, mayoritas korban tersengat ubur-ubur bisa ditangani oleh petugas yang disiagakan. Kendati demikian, terdapat dua korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena butuh perawatan lanjutan.
“Dua korban ini, satu merupakan pengunjung anak-anak dan satunya orang dewasa. Korban terpaksa dirujuk karena ada yang pingsan sehingga butuh pertolongan lanjutan,” kata Suris kepada wartawan, Minggu sore.
Pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk mewaspadai serangan ini dengan menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan. Meski demikian, ada seorang korban yang harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsan akibat sengatan tersebut.
“Biasanya panas di area yang tersengat. Tapi, kalau kondisinya tidak fit, maka bisa pingsan. Berhubung ada yang pingsan, maka langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan lanjutan,” kata Suris, Minggu.
Binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa, biasanya muncul pada saat suhu di laut dingin sehingga menepi ke darat.
Pada saat berada di pantai, binatang ini mudah sekali disentuh. Terlebih lagi, bentuknya yang menarik karena seperti balon dengan warna kebiru-biruan.
Meski demikian, ada potensi bahaya bagi setiap orang yang menyentuhnya karena bisa tersengat. “Memang menarik bentuk maupun warnanya, tapi mengandung bahaya,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono menambahkan, kemunculan ubur-ubur sudah terpantau sejak Juni lalu. Diperkirakan, kawanan hewan ini berkeliaran di kawasan pantai hingga September mendatang.
“Memang terlihat cantik karena bentuk dan warnanya menarik, tapi hewan ini patut diwaspadai karena bisa menyengat kepada siapa saja yang menyentuhnya,” katanya.
Marjono meminta kepada para pengunjung untuk berhati-hati lagi agar tidak menjadi korban sengatan. “Kami sudah siapkan obat-obatan untuk pertolongan pertama kepada korban. Paling banyak yang menjadi korban merupakan anak-anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.
Bakom menegaskan tata letak Sidang Kabinet Paripurna dirancang untuk memudahkan arahan Presiden Prabowo, bukan terkait kedudukan Wapres Gibran.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti menilai terdapat dugaan penggunaan skema safe house dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.