Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul./ Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul optimistis kampung nelayan merah putih bisa terbentuk di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Hal ini tak lepas dari selesainya tahapan administrasi pembentukan, yang ditindaklanjuti dengan pengiriman proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi proses verifikasi pembentukan oleh KKP telah dilakukan. Adapun tahapan tinggal menunggu penetapan.
“Nanti ada surat keputusan dari Kementerian dan ini tinggal menunggu,” kata Wahid saat dihubungi wartawan, Rabu (13/8/2025).
Dia menjelaskan, dipilihnya Kalurahan Songbayu menjadi lokasi kampung nelayan merah putih karena berdekatan dengan Pelabuhan Sadeng. Di kawasan ini sanat potensial karena produksi ikan tangkapan dalam skala besar.
“Lahan yang dipersiapkan untuk kampung ini mencapai satu hektare,” katanya.
BACA JUGA: Monyet Ekor Panjang Serang Lahan Pertanian Pesisir Gunungkidul
Rencananya, lahan yang dipergunakan memanfaatkan tanah kas desa dan izinnya sudah diproses ke Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
Menurut Wahid, kegiatan bantuan pembangunan kampung nelayan Merah Putih meliputi pembangunan pabrik es, cold storage, bengkel mesin kapal; Penyediaan/perbaikan jalan di kawasan lokasi sentra nelayan. Selanjutnya, ada penyediaan sentra kuliner perikanan; penyediaan kios perbekalan melaut dan penyediaan balai nelayan.
Selain itu, juga ada pembangunan sarpras pengelolaan sampah atau IPAL hingga air bersih; penyediaan MCK umum. Pemberian fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU); Pemeliharaan kawasan berupa pengecatan kawasan pemukiman nelayan; Penyediaan/perbaikan sarpras fasilitas umum.
“Ada juga pemenuhan perlengkapan pendukung usaha kelautan dan perikanan lainnya,” kata Wahid.
Ia berharap program ini bisa diakses karena menjadi upaya untuk peningkatan kesejahteraan para nelayan di Pesisir Gunungkidul. “Mudah-mudahan dapat disetujui dan kampung nelayan Merah Putih dapat dibangun di Gunungkidul,” katanya.
Terpisah, Ketua Kelompok Nelayan di Pelabuhan Sadeng, Sarpan mengatakan, sudah mendengar informasi berkaitan dengan rencana usulan pembangunan kampung nelayan Merah Putih di dekat Pelabuhan Sadeng. Ia pun mendukung wacana ini karena bisa menjadi pendorong para nelayan untuk bisa lebih sejahtera dan hasil tangkapan lebih dioptimalkan karena ada pengolahan secara mandiri.
“Tentu kami mendukungnya. Paaling tidak nelayan bisa memiliki rumah sendiri di perkampungan tersebut dan yang utama, harapannya kesejahteraan bisa meningkat,” kata Sarpan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Borussia Dortmund menang 3-2 atas Werder Bremen, sedangkan FC Koln melibas Union Berlin 5-0 untuk lolos ke babak 16 besar DFB-Pokal.
Komisi D DPRD Kota Jogja mengawal anggaran DPK 2027, termasuk rencana gedung arsip, digitalisasi naskah kuno, diorama, dan angkringan literasi.
Prajurit Kopassus berinisial AG ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian penggunaan senjata yang menewaskan Letda Jihad Ahmad Al-Rasyid.
SIM Keliling Jogja Rabu 28 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.