Kelok 23 Gunungkidul Dilengkapi Rest Area dan 3 Gardu Pandang
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Ilustrasi Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul./ Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul optimistis kampung nelayan merah putih bisa terbentuk di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Hal ini tak lepas dari selesainya tahapan administrasi pembentukan, yang ditindaklanjuti dengan pengiriman proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi proses verifikasi pembentukan oleh KKP telah dilakukan. Adapun tahapan tinggal menunggu penetapan.
“Nanti ada surat keputusan dari Kementerian dan ini tinggal menunggu,” kata Wahid saat dihubungi wartawan, Rabu (13/8/2025).
Dia menjelaskan, dipilihnya Kalurahan Songbayu menjadi lokasi kampung nelayan merah putih karena berdekatan dengan Pelabuhan Sadeng. Di kawasan ini sanat potensial karena produksi ikan tangkapan dalam skala besar.
“Lahan yang dipersiapkan untuk kampung ini mencapai satu hektare,” katanya.
BACA JUGA: Monyet Ekor Panjang Serang Lahan Pertanian Pesisir Gunungkidul
Rencananya, lahan yang dipergunakan memanfaatkan tanah kas desa dan izinnya sudah diproses ke Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
Menurut Wahid, kegiatan bantuan pembangunan kampung nelayan Merah Putih meliputi pembangunan pabrik es, cold storage, bengkel mesin kapal; Penyediaan/perbaikan jalan di kawasan lokasi sentra nelayan. Selanjutnya, ada penyediaan sentra kuliner perikanan; penyediaan kios perbekalan melaut dan penyediaan balai nelayan.
Selain itu, juga ada pembangunan sarpras pengelolaan sampah atau IPAL hingga air bersih; penyediaan MCK umum. Pemberian fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU); Pemeliharaan kawasan berupa pengecatan kawasan pemukiman nelayan; Penyediaan/perbaikan sarpras fasilitas umum.
“Ada juga pemenuhan perlengkapan pendukung usaha kelautan dan perikanan lainnya,” kata Wahid.
Ia berharap program ini bisa diakses karena menjadi upaya untuk peningkatan kesejahteraan para nelayan di Pesisir Gunungkidul. “Mudah-mudahan dapat disetujui dan kampung nelayan Merah Putih dapat dibangun di Gunungkidul,” katanya.
Terpisah, Ketua Kelompok Nelayan di Pelabuhan Sadeng, Sarpan mengatakan, sudah mendengar informasi berkaitan dengan rencana usulan pembangunan kampung nelayan Merah Putih di dekat Pelabuhan Sadeng. Ia pun mendukung wacana ini karena bisa menjadi pendorong para nelayan untuk bisa lebih sejahtera dan hasil tangkapan lebih dioptimalkan karena ada pengolahan secara mandiri.
“Tentu kami mendukungnya. Paaling tidak nelayan bisa memiliki rumah sendiri di perkampungan tersebut dan yang utama, harapannya kesejahteraan bisa meningkat,” kata Sarpan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.
Yudai Yamamoto ditunjuk memimpin Persija vs Persib di SUGBK. Simak profil, pengalaman, dan rekam jejak wasit asal Jepang ini.