DLH Bantul Sulap Sampah Jadi Kerajinan, Buka Peluang Ekonomi Warga
DLH Bantul menggelar pelatihan daur ulang sampah di BCE 2026 untuk mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono saat mengunjungi pembangunan KNMP di Kalurahan Poncosari, Kabupaten Bantul/ Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Poncosari Bantul dikembangkan dengan meniru model sukses Juwana yang mampu meningkatkan produktivitas nelayan hingga 124 persen.
"Kami memantau progres di berbagai daerah, mulai dari Tegal, Purworejo, Pati, hingga Jepara. Model di Poncosari ini sama dengan di Juwana. Kami optimis produktivitas nelayan Bantul juga akan meningkat tajam," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kalurahan Poncosari, Kabupaten Bantul, Jumat (2/1/2026).
Meskipun progres berjalan baik, Menteri KKP memberikan catatan khusus kepada pihak kontraktor untuk memperbaiki kualitas pekerjaan di beberapa titik. Ia menekankan agar fasilitas yang dibangun harus sesuai standar kualitas dan benar-benar menjawab kebutuhan teknis nelayan di lapangan.
KNMP Poncosari dirancang sebagai ekosistem perikanan yang berkelanjutan. Beberapa fasilitas unggulan yang akan tersedia meliputi:
- Cold Storage (Gudang pendingin) untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
- Area Pengolahan Ikan yang higienis dan layak konsumsi.
- Toko Logistik untuk menunjang kebutuhan bahan bakar dan perbekalan melaut.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyambut baik kehadiran KNMP sebagai terobosan baru yang belum pernah dimiliki Bantul sebelumnya. Ia menilai fasilitas ini akan menjadi stimulus bagi masyarakat untuk lebih aktif melaut di Samudra Hindia.
"Potensi sumber daya laut di pesisir selatan sangat besar namun belum optimal. Dengan fasilitas lengkap, kami berharap jumlah nelayan di Bantul akan bertambah," ungkap Halim.
Terkait pengelolaan, Halim menjelaskan bahwa KNMP Poncosari akan dikelola secara profesional melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari. Skema kerja sama yang dirancang mencakup pembayaran jasa, retribusi, hingga bagi hasil yang transparan.
Keberhasilan program di Poncosari nantinya akan menjadi acuan bagi Pemkab Bantul untuk mengusulkan pengembangan serupa di wilayah pesisir lainnya. Salah satu lokasi yang dibidik untuk pengembangan kampung nelayan modern tahap selanjutnya adalah kawasan Pantai Depok di sisi timur Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul menggelar pelatihan daur ulang sampah di BCE 2026 untuk mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.