Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Peserta kirab budaya dalam rangka Merti Dusun Pasutan saat mengikuti upacara berbahasa jawa di Lapangan Pasutan, Trirenggo, Bantul, Sabtu (24/8/2025)./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL -Sekitar 1.200 warga Pedukuhan Pagutan, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul menggelar kirab budaya dalam rangkaian acara Merti Dusun di Lapangan Pasutan, Sabtu (23/8/2025) siang.
Acara merti dusun yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul melalui dana keistimewaan (Danais) tahun anggaran 2025 dan swadaya masyarakat ini cukup meriah. Ada enam RT di Pasutan dan tiap RT menampilkan potensi seni budaya dan bikin gunungan hasil bumi dan produk UMKM Pasutan serta pernak pernik dari masing-masing RT.
Pra peserta kirab yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa mengenakan pakaian adat jawa. Tiap kelompok atau RT dilengkapi dengan pasukan bergodo. Sebelum kirab dilakukan upacara dengan bahasa jawa.
Setelah upacara digelar, tiap peserta kirab unjuk kebolehan di depan tamu kemudian kirab keliling kampung selama sekitar satu jam kemudian kembali ke Lapangan Pasutan. Sampai lapangan enam gunungan hasil bumi dan produk UMKM diperebutkan oleh warga sekitar.
BACA JUGA: Pembangunan Taman Budaya Bantul Tertunda karena Pemangkasan Anggaran Danais
Kepala Dusun (dukuh) Pasutan Susilo mengatakan bahwa Merti Dusun Pasutan sebenarnya digelar setiap tahun sejak 2016 lalu. Namun untuk perayaan lebih besar dengan kirab budaya hasil bumi dan produk UMKM Pasutan diadakan setiap tiga bulan sekali.
Menurutnya Merti Dusun Pasutan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur warga atas limpahan rahmat dan rejeki dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu tradisi merti dusun di Pasutan menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal sekaligus ruang kebersamaan antar warga.
“Dengan dukungan fasilitasi dari pemerintah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh identitas budaya sekaligus menjaga nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Merti dusun juga menjadi alat pemersatu masyarakat menjadi guyub rukun dari RT01 hingga RT 06,” katanya.
Panewu Bantul, Kusmardiono menyambut baik kegiatan merti dusun tersebut yang menjadi alat pemersatu warga sekaligus melestarikan tradisi. “Semoga kegiatan merti dusun ini bisa lestari bisa dilaksanakan kemudian hari untuk nguri-nguri kabudayan Jogja,” ujarnya.
Selain Panewu Bantul, hadir juga dalam upacara adat dan kirab budaya ini adalah Lurah Trirenggo, Ernawati Kusumaningsih, Komandan Koramil Bantul, dan Kapolsek Bantul.
Selain doa bersama, upacara adat, dan kirab budaya, merti Dusun Pasutan juga dimeriahkan dengan Ketoprak pada Sabtu malamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 naik menjadi Rp240 triliun untuk 60,6 juta penerima dengan pengawasan diperkuat.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya