Demo Warga Bantul Desak Dukuh Banyon Dicopot, Diduga Pungli Sertifikat
Demo warga Bantul menuntut dukuh Banyon dicopot setelah diduga melakukan pungli dan menggadaikan sertifikat tanah milik warga.
Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL–Rencana pembangunan Taman Budaya Bantul kian tak jelas setelah munculnya wacana pemotongan Dana Keistimewaan (Danais) 2026 mendatang. Proyek tersebut pun pada tahun ini belum bisa dilanjutkan lantaran terdampak efisiensi anggaran termasuk Danais.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Bantul, Yanatun Yunadiana menyebutkan proyek yang semestinya mulai dikerjakan tahun ini terhambat karena keterbatasan anggaran.
“Seharusnya tahun ini sudah mulai dibangun, tapi kemarin tidak ada alokasi anggaran Danais untuk Taman Budaya,” ujar Yanatun, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, Disbud sudah menyelesaikan persiapan berupa penyediaan lahan dan dokumen lingkungan. Sementara Detail Engineering Design (DED) juga telah rampung disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat. Namun, saat diajukan ke pemerintah provinsi, usulan tersebut tak mendapat pendanaan karena terjadi efisiensi anggaran.
“Danais yang tahun ini kan juga terpangkas, karena itu usulan pembangunan Taman Budaya belum bisa didanai,” jelasnya.B
BACA JUGA: Super League, PSIM Jogja Siap Tantang Persib Bandung
Yanatun menambahkan, proses pembangunan sepenuhnya akan dilakukan Dinas PU Bantul. Jika pendanaan tersedia, proyek ini diproyeksikan berlangsung bertahap selama 2–3 tahun. Namun, dengan adanya wacana pemangkasan Danais lebih lanjut pada 2026, nasib proyek ini kian tidak pasti.
“Kami sudah siap, tinggal menunggu kebijakan dari provinsi. Kalau diberikan anggaran, ya jalan, kalau tidak, ya bersabar,” ujarnya.
Lokasi Taman Budaya direncanakan berada di atas kawasan perbukitan Bantul tepatnya di Kamijro, Pajangan. Yanatun meyakini keberadaan fasilitas tersebut akan menjadi ikon baru sekaligus mendukung sektor pariwisata dan kebudayaan di kabupaten ini.
Sementara, Kepala Bidang Anggaran BPKPAD Bantul, Surana Nugraha menjelaskan pemangkasan Danais di 2026 dipastikan akan berdampak pada program yang dibiayai pemerintah provinsi termasuk bantuan keuangan khusus (BKK) yang biasanya digunakan untuk membiayai beragam kegiatan seperti infrastruktur, budaya, wisata dan lain sebagainya. Namun, ia mengaku detail pemotongan masih berproses.
“Rencana memang ada penurunan Danais ke depan, tapi mana saja yang dipangkas, itu kami masih menunggu keputusan provinsi,” katanya.
Menurut Surana, seluruh usulan anggaran kabupaten/kota disampaikan sejak dua tahun sebelumnya (N-2), tetapi finalisasi tetap bisa berubah hingga tahun berjalan. “Untuk usulan BKK dan Danais sudah kami ajukan sejak 2024, tapi keputusan akhir tetap ada di provinsi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo warga Bantul menuntut dukuh Banyon dicopot setelah diduga melakukan pungli dan menggadaikan sertifikat tanah milik warga.
Anthropic dikabarkan menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI kustom guna mengurangi ketergantungan pada pemasok GPU eksternal.
KPK mengungkap keterangan awal asal uang dalam amplop yang dibawa Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby saat bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Kisah Xu Peng, aktor drama pendek China yang beralih menjadi penjual sayur setelah industri hiburan terdampak perkembangan AI, viral di media sosial.
OxygenOS dan Realme UI dikabarkan akan digantikan ColorOS. Perubahan besar ini disebut menjadi bagian strategi efisiensi Oppo Group.
Kolombia mengalahkan Ghana 1-0 di Kansas City dan memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat gol tunggal Jhon Arias.