Kekurangan Guru di DIY Masih Jadi Sorotan, PGRI Temui Wagub
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Berbagai tuntutan disuarakan melalui demonstrasi yang terjadi di berbagai kota besar sejak pekan lalu hingga hari ini, termasuk di DIY.
Pengamat Pariwisata Universitas Sanata Dharma (USD), Ike Janita Dewi mengatakan persepsi keamanan jelas akan mempengaruhi niat wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi.
Menurutnya wisatawan mancanegara (Wisman) akan lebih sensitif terhadap persepsi keamanan ini. Secara khusus segmen Wisman yang paling sensitif pada isu ini adalah Jepang. Dia berharap demonstrasi berlangsung kondusif sehingga Wisman tidak membatalkan rencana kunjungan ke DIY.
BACA JUGA: Polri Bantah Narasi 7 Personel Brimob Penabrak Ojol Adalah Napi
"Jika demonstrasi di DIY tidak kondusif, wisatawan pasti akan menunda perjalanan ke DIY," ucapnya, Senin (1/9/2025).
Lebih lanjut dia mengatakan jika kondisi ini berlangsung lama dampaknya akan sangat buruk. Perekonomian yang sangat didukung sektor pariwisata juga akan terdampak.
"Banyak elemen masyarakat akan terdampak, tidak cuma yang langsung berhubungan dengan pariwisata," katanya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan dampak dari demonstrasi ke ke industri perhotelan sampai dengan saat ini belum signifikan. Meki demikian sudah mulai ada penundaan.
"Penundaan juga kurang lebih 20 persen, data valid kita belum kumpulkan," ujarnya.
BACA JUGA: Warga Karangwuni Pertanyakan Ganti Rugi Pembebasan Lahan JJLS
Pada Agustus 2025 capaian okupansi hotel di DIY rata-rata hanya 20 - 30 persen. Deddy menyebut capaian ini sangat-sangat rendah, akibat situasi politik, ekonomi, hingga daya beli masyarakat yang turun. "September kami hanya target 55 persen."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.