Bulog Tegaskan Beras Bantuan Pemerintah Tak Boleh Dijual
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL- Kapanewon Sedayu disiapkan oleh Pemkab Bantul untuk mendukung program tiga juta rumah, program perumahan bersubsidi nasional bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Tiga juta rumah ini program nasional, program Presiden, program Kementerian Perumahan, sehingga pemerintah daerah ini sifatnya men-support, mendukung turut menyukseskan program nasional, dan di Bantul sendiri sudah dimulai di Sedayu," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa.
Dalam menyukseskan program Presiden Prabowo yaitu tiga juta unit rumah layak huni per tahun bagi MBR dan mengatasi backlog perumahan tersebut, ia dan jajaran telah mengikuti rapat koordinasi (rakor) pembahasan bersama kementerian terkait pada Selasa.
BACA JUGA: Dana Koperasi Desa Merah Putih Rp16 Triliun, Ini Asal Anggarannya
Dia mengatakan tiga juta rumah merupakan program perumahan bersubsidi bagi masyarakat dengan penghasilan rendah, karena rumah bersubsidi tersebut dapat dibeli masyarakat yang telah ditentukan kriterianya dengan harga pada kisaran Rp160 jutaan.
"Sehingga masyarakat yang berpenghasilan rendah itu dimungkinkan bisa memiliki rumah bersubsidi ini, dan Presiden Prabowo menargetkan tiga juta rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.
Meski demikian, mengenai jumlah rumah bersubsidi yang disediakan di Bantul, ia belum mengetahui pasti, karena program tersebut langsung dieksekusi pemerintah melalui Kementerian Perumahan yang membentuk kepanitiaan khusus.
"Jadi, langsung dari kementerian, pemkab hanya mendukung dari sisi pembebasan BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan) bagi rumah yang bersubsidi. Jadi, pajaknya nol bagi rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon mengatakan tidak ada data khusus berapa nantinya rumah yang disiapkan Bantul dalam program tiga juta rumah itu.
"Namun yang pasti sasarannya kan masyarakat berpenghasilan rendah, jadi kalau berpenghasilan rendah kita hanya punya kewajiban kewenangan melalui RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)," katanya.
Dia mengatakan upaya lainnya dengan mempermudah proses pengurusan izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) maupun siteplan untuk pengembang yang bergerak di bidang rumah subsidi. Saat ini di Bantul ada sekitar 15 pengembang dengan sekitar 450 unit yang sudah ada di Bantul.
"Kita hanya bisa menyiapkan itu, karena dari segi kewenangan pemda hanya bisa punya kewenangan membangun rumah akibat dampak bencana alam atau akibat dampak pembangunan, di luar itu tidak ada kewenangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
DPD PDI Perjuangan DIY menyampaikan dukacita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra dan mengajak kader serta simpatisan mendoakan almarhum.