Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Seorang pengendara melintas di ruas jalan alternatif Gunungkidul-Sleman tepatnya di Jembatan Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran, Patuk. Selasa (3/9/2025). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalan alternatif Gunungkidul-Sleman di wilayah Bumi Handayani sudah selesai dibangun sejak 2023 lalu. Meski demikian, fasilitas rambu-rambu lalu lintas dinilai masih kurang sehingga butuh penambahan.
Salah seorang warga di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Sugeng Handoko mengatakan, akses jalan baru penghubung dengan perbatasan Sleman sudah bagus. Jalur ini membentang dari Kalurahan Gading, Playen hingga Padukuhan Lemahbang di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk.
“Jalannya mulus dan lebar. Kondisinya juga masih sepi sehingga bisa memacu kendaraan dengan lebih kencang,” katanya, Rabu (3/9/2025).
BACA JUGA: Pegawai dan Aset Terkait Haji di Kemenag Dialihkan ke Kementerian Baru
Meski demikian, ia tidak menampik kondisi ini juga muncul kerawanan karena potensi kecelakaan semakin tinggi. Sugeng menuturkan ada beberapa titik yang rawan kecelakaan seperti di simpang empat Tawang di Kalurahan Ngoro-oro dan simpang empat Nglanggeran. “Kalau jumlahnya tidak tahu persis, tapi memang sering terjadi kecelakaan,” katanya.
Dia berharap kepada pemerintah agar kerawanan ini bisa diantisipasi. Salah satunya dengan menambah fasilitas rambu-rambu lalu lintas.
Ia menilai rambu-rambu yang ada masih kurang dan belum jelas. Adapun dampaknya bisa membuat pengguna jalan yang baru sekali melintas jadi kebinungan sehingga dapat memicu terjadinya kecelakaan.
“Harapannya fasilitas rambu lalu lintas juga ditambah dan diperjelas agar pengguna jalan lebih paham,” ucapnya.
Selain penambahan fasilitas rambu-rambu lalu lintas, Sunu juga meminta fasilitas lampu penerangann jalan yang ada rutin dikontrol. Ia melihat ada di beberapa titik lampunya mati sehingga kondisi jalan agak gelap.
“Harapannya kalau rusak bisa segera diperbaiki agar berfungsi normal,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan, jalan alternatif Gunungkidul-Sleman statusnya merupakan milik Pemerintah DIY. Oleh karena itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menambah fasilitas rambu-rambu lalu lintas maupun lampu penerangan jalan.
BACA JUGA: Kompolnas Datangi RSUP Dr Sardjito, Jenguk Polisi Terluka
“Kewenangan disesuaikan dengan status jalan. Berhubung jalan provinsi, maka kewenangan ada di Pemerintah DIY,” katanya.
Meski demikian, ia tetap ada koordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY. Berdasarkan koordinasi ini ada komitmen untuk menambah fasilitas rambu-rambu lalu lintas secara berkala.
“Ada komitmen untuk pemenuhan fasilitas jalan oleh Pemerintah DIY. tujuannya agar fasilitas keselamtan jalan dapat terpenuhi,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.